5 Fakta Hamster Suriah, Lucu Tapi Agresif Terhadap Pemiliknya
Sejarah dan Perkembangan Hamster Suriah
Hamster suriah memiliki nama ilmiah Mesocricetus auratus dan termasuk dalam subfamili Cricetinae. Pada tahun 1930, Professor Aharoni menangkap seekor hamster suriah betina bersama dua belas anaknya di Aleppo, Suriah. Sejak saat itu, hamster suriah menjadi hewan peliharaan yang sangat populer di negara-negara barat.
Diperkirakan bahwa hamster suriah pertama kali ditemukan pada awal abad ke-18. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang hewan pengerat ini yang adaptif dan agresif.
Habitat Hamster Suriah

Sesuai dengan namanya, hamster suriah berasal dari wilayah Suriah dan Turki, khususnya bagian selatan. Meskipun sekarang banyak ditemukan di toko hewan peliharaan, hamster suriah tidak asli dari tempat tersebut. Mereka juga bisa ditemukan di alam liar. Di alam liar, hamster suriah tinggal di daerah kering dan tandus seperti gurun, bukit pasir, lembah sungai, daerah berbatu, perkebunan, dan pertanian. Mereka menggali liang untuk membuat sarang dengan jalur saling terhubung sebagai tempat tidur dan menghindari predator.
Penampilan Lucu dan Menarik

Hamster suriah memiliki tubuh kecil, bulat, dan berbulu lebat. Bulu tebalnya menutupi tubuh kecilnya dan ekornya yang tersembunyi di bawah lapisan bulu yang lebat. Kaki, telinga, dan tungkainya juga tertutup bulu. Penampilan ini membuatnya dijuluki "hamster boneka beruang".
Hamster suriah memiliki kantung pipih fleksibel yang dapat mengembang hingga selebar bahu mereka, digunakan untuk membawa makanan ke sarang. Panjang tubuhnya sekitar 6 inci dan beratnya sekitar 7,9 ons. Sementara itu, hamster liar memiliki berat sekitar 5,3 ons.
Perilaku Unik Hamster Suriah

Untuk berkomunikasi, hamster suriah menggunakan isyarat kimia dan bahasa tubuh. Kelenjar aromanya berada di setiap pinggul, disebut kelenjar panggul, yang digunakan untuk menandai wilayah jelajahnya. Selain itu, mereka berkomunikasi melalui suara ultrasonik yang tidak dapat didengar manusia. Hamster suriah juga bisa menggeret tinggi, mencicit, mendesis, mengklik, dan berceloteh.
Mereka dapat memasuki hibernasi semu ketika suhu di bawah 40 derajat Fahrenheit, yang tampak seperti tertidur bahkan mati, padahal tidak.
Sistem Reproduksi

Jantan hamster suriah bersifat poligini, artinya mereka kawin dengan banyak betina. Setelah kawin, masa kehamilan betina berlangsung antara 16 hingga 21 hari. Betina dikenal subur karena dapat melahirkan anak setiap bulan. Jumlah anak yang dilahirkan bisa mencapai 8-10 ekor, dan dalam beberapa kasus hingga 20 ekor.
Induk yang baru melahirkan seringkali stres dan takut dengan jumlah bayi yang akan lahir. Ketika anaknya lahir, induk bisa panik dan meninggalkan anaknya bahkan sampai memakannya (kanibal). Namun, induk yang sudah biasa melahirkan akan merawat anaknya, terutama betina. Anak-anak hamster mulai membuka mata pada usia 12-14 hari dan disapih pada usia 19-21 hari. Hamster suriah cepat matang secara reproduktif, yaitu pada usia 1 bulan.
Tips Memelihara Hamster Suriah

Hamster suriah aktif pada malam hari untuk makan dan berlari di roda latihannya. Meskipun cukup adaptif, mereka bisa menyesuaikan diri dengan jadwal waktu pemilik. Kandang idealnya berukuran 24 inci panjang x 16 inci tinggi x 12 inci lebar. Semakin besar kandang, semakin baik untuk aktivitas hamster seperti berolahraga.
Kandang berbahan logam atau kawat dengan ventilasi baik dan mudah dibersihkan adalah pilihan terbaik. Hamster memiliki gigi tajam dan panjang, sehingga tidak segan menggigit jika diperlakukan kasar. Perlakukan dengan baik dan hindari memegang terlalu erat.
Makanan hamster suriah umumnya berupa sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, brokoli, wortel, apel, telur rebus, bahkan serangga. Di alam liar, hamster suriah terancam oleh hilangnya habitat akibat pembangunan manusia dan diburu dengan perangkap serta racun karena dianggap sebagai hama. Statusnya terancam punah oleh IUCN. Untungnya, sebagian hamster suriah sudah dipelihara, sehingga selamat dari kepunahan.
Posting Komentar