Luncurkan Internet Rakyat, Ini Rekomendasi Saham WIFI Milik Hashim Djojohadikusumo

Table of Contents


JAKARTA — Perusahaan afiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat. Peluncuran ini diharapkan menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan ke depan.

Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, konektivitas berbasis rel yang dikombinasikan dengan pengembangan fixed broadband dan 5G FWA generasi terbaru melalui produk Starlite, menjadi keunggulan strategis bagi WIFI dalam mempercepat ekspansi jaringan ke segmen yang belum terlayani secara efisien.

“Kami meyakini sinergi antara infrastruktur berbasis rel dan teknologi FWA dapat menjadi katalis positif bagi kinerja WIFI ke depan, seiring meningkatnya penetrasi broadband, pertumbuhan kebutuhan data nasional, serta adopsi layanan Internet Rakyat yang terus bertambah,” ujar Liza dalam risetnya.

Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham WIFI, dengan menaikkan target harga menjadi Rp4.000 per saham. Namun, risiko penurunan untuk saham WIFI menurut Liza datang dari beberapa faktor, seperti melemahnya daya beli konsumen, kompetisi pasar yang ketat, kenaikan biaya operasional yang dapat menekan profitabilitas ke depan, serta prospek ekonomi Indonesia yang mengalami penurunan outlook.

Sebelumnya, WIFI melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, meluncurkan layanan 5G FWA 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat pada pekan lalu, Kamis (19/2/2026). WIFI mengklaim layanan ini sebagai 5G FWA 1,4 GHz pertama di dunia yang masuk tahap komersial penuh.

Direktur WIFI sekaligus Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong, menyatakan bahwa aktivasi komersial ini menandai transisi dari tahap persiapan jaringan menuju monetisasi layanan.

“Hari ini adalah bukti eksekusi nyata. IRA Internet Rakyat bukan lagi konsep. Dengan target 5.500 site aktif pada 2026 serta arah yang jelas untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan, kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau bagi masyarakat mulai hari ini,” ujar Shannedy, Kamis (19/2/2026).

Pada tahap awal, WIFI menargetkan eksekusi sebanyak 5.500 site jaringan sepanjang 2026 yang tersebar di Region-1 meliputi Jawa, Maluku, dan Papua. Dengan cakupan tersebut, WIFI membidik lebih dari 5 juta pelanggan.

Dari sisi produk, IRA menawarkan paket fixed broadband seharga Rp100.000 per bulan, dengan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, dan skema unlimited tanpa batas kuota. WIFI juga menawarkan gratis biaya instalasi dan sewa modem.

Shannedy menjelaskan bahwa pemanfaatan spektrum 1,4 GHz menjadi diferensiasi teknis utama layanan ini. “Keunggulan spektrum 1,4 GHz memberikan kekuatan pada penetrasi indoor, memastikan konektivitas yang stabil dan andal bagi rumah tangga di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua,” katanya.


Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Posting Komentar