Operasi Robotik Lebih Aman, Nyaman, dan Minim Efek Samping

Table of Contents

Soldiradem blog- Penggunaan teknologi robotik dalam operasi dianggap lebih aman dibandingkan metode tradisional. Hal ini karena operasi bedah robotik memberikan visualisasi yang jauh lebih baik, gerakan yang lebih stabil, serta akurasi yang tinggi. Dengan demikian, pasien akan merasakan kenyamanan yang lebih baik dan risiko komplikasi setelah operasi menjadi lebih kecil.

Ahli Urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK), menjelaskan bahwa keunggulan utama bedah robotik berada pada kemampuan untuk melihat area operasi secara lebih jelas dan mengontrol alat dengan presisi tinggi. Berbeda dengan operasi terbuka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan, bedah robotik memungkinkan dokter bekerja dengan visualisasi tiga dimensi.

"Jika dibandingkan dengan operasi konvensional di masa lalu yang masih terbuka, jangkauan penglihatan kami lebih terbatas. Dalam bedah robotik, dokter duduk di konsol sehingga penglihatannya bersifat tiga dimensi, mirip dengan penggunaan virtual reality. Struktur tubuh terlihat jauh lebih jelas," kata dr. Marto setelah acara peresmian Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Selasa (16/12).

Ia menekankan bahwa sistem robotik bukan berarti robot yang bekerja sendiri. Teknologi ini memanfaatkan sistem master–slave, di mana semua tindakan tetap diawasi oleh dokter bedah. Robot hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan ketahanan dan akurasi gerakan.

"Yang melakukan operasi tetap dokternya, bukan robotnya. Robot hanya berperan sebagai pendukung. Karena gerakan tangan robot sangat stabil, tidak mengalami getaran, meskipun dokter sudah lelah setelah menjalani operasi selama berjam-jam. Tetap halus dan akurat," katanya.

Menurut dr. Marto, lengan robotik yang sangat kecil memiliki kemampuan bergerak bebas sehingga mampu mencapai area sempit. Kelebihan ini membantu mengurangi risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau kebocoran jahitan. Teknologi ini telah diterapkan dalam berbagai prosedur medis, mulai dari operasi kandung empedu, usus, hernia, hingga hati.

Penggunaan teknologi ini diperkuat dengan peresmian Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif (Center for Robotic and Minimally Invasive Surgery) oleh Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ). Pusat tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dan memperkuat posisi SHKJ sebagai pusat rujukan nasional dalam bedah robotik dan minimal invasif di berbagai bidang.

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengatakan bahwa kehadiran pusat bedah robotik ini merupakan bagian dari komitmen Siloam dalam menyediakan layanan kesehatan dengan standar internasional di dalam negeri.

"Pembukaan Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai Pusat Pertama untuk Bedah Robotik dan Minimal Invasif di Indonesia adalah bukti nyata komitmen kami dalam membawa standar global dalam layanan kesehatan ke Indonesia. Teknologi robotik bukan hanya tentang inovasi, tetapi juga tentang memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien melalui tindakan yang lebih aman, efektif, dan efisien," kata Caroline.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, menekankan bahwa transformasi menuju pusat bedah robotik merupakan hasil dari perjalanan panjang rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan medis.

"Selama 34 tahun, kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada pasien. Perubahan menuju pusat robotik dan pengobatan minimal invasif ini merupakan perjalanan dari sebuah visi besar dalam menyediakan layanan kesehatan dengan standar dunia. Kami bangga menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menawarkan layanan robotik secara menyeluruh," ujar Inge.

Saat ini, Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki tiga sistem robotik yang beroperasi, yaitu Da Vinci Xi untuk pengobatan urologi, ginekologi, dan bedah saluran pencernaan, Biobot MonaLisa untuk diagnosis akurat kanker prostat, serta ROSA untuk prosedur ortopedi seperti penggantian lutut total.

Dengan bantuan tim dokter multidisiplin yang memiliki sertifikasi internasional dan fasilitas ruang operasi dengan teknologi canggih, Siloam Hospitals Kebon Jeruk berupaya menjadi pusat rujukan nasional dalam bidang bedah robotik dan minimal invasif di Indonesia.

Posting Komentar