Prancis-Indonesia Perkuat Kerja Sama AI, Konferensi Paris-Saclay Digelar di Indonesia 2026

HARIAN BOGOR RAYA - Pemerintah Prancis dan Indonesia menjadikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu prioritas utama dalam Tahun Inovasi dan Kreativitas 2026. Kerja sama ini ditandai dengan rencana penyelenggaraan konferensi serta rangkaian kuliah AI oleh Universitas Paris-Saclay di Indonesia.
Universitas Paris-Saclay diakui sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di dunia, berada di posisi puncak Eropa dan masuk dalam 15 besar secara global. Kehadirannya di Indonesia mencerminkan komitmen Prancis untuk membagikan keunggulan pendidikan dan penelitian di bidang teknologi canggih.
Duta Besar Prancis di Indonesia, Fabien Penone, mengatakan bahwa perkembangan AI perlu diiringi dengan diskusi akademik dan sosial. Menurutnya, AI bukan hanya sekadar teknologi, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap ekonomi, etika, serta tata kelola masyarakat.
Acara ini akan mengumpulkan para akademisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dari kedua negara. Lembaga penelitian Indonesia, termasuk BRIN dan universitas nasional, direncanakan akan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi dan pertukaran ilmu pengetahuan.
Kolaborasi AI diharapkan mampu membuka kesempatan penelitian terapan, khususnya dalam bidang kesehatan, pertanian, maritim, dan pelayanan publik.
Pemerintah Indonesia menganggap kerja sama ini selaras dengan rencana transformasi digital nasional serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi.
Dengan kolaborasi ini, Prancis dan Indonesia berupaya mengembangkan AI yang kreatif, inklusif, serta bertanggung jawab.
Inovasi Tahun 2026 diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk kerja sama teknologi strategis antara kedua negara.
Posting Komentar