Ukraina hancurkan senjata langka Tornado-S dalam serangan — video menggegerkan publik

Table of Contents


Drone “memburu” sistem Rusia
Tornado-S di tengah pemboman di Zaporizhzhia, ledakan terekam dalam video

Sebuah sistem peluncur roket ganda milik Rusia dihancurkan tepat saat melakukan pemboman terhadap wilayah Zaporizhzhia. Operasi tersebut dilakukan oleh Pusat ke-1 Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, yang berhasil menemukan dan menetralkan target dengan presisi tinggi.

Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak, Robert Brovdi, yang dikenal dengan tanda panggilan “Magyar”, mengumumkan penghancuran tersebut melalui saluran Telegram resminya. Menurutnya, serangan terjadi pada 21 Februari 2026, ketika sistem tersebut sedang menembakkan roket ke arah wilayah tersebut.

  • Ukraina Menghantam Dua Pesawat Amfibi Be-12 di Krimea dengan Drone Serang


Drone melacak tembakan secara real time

Menurut informasi yang dirilis, drone serang tersebut merekam peluncuran roket selama pemboman berlangsung. Berdasarkan lintasan yang tertangkap, posisi pasti peluncur Rusia dapat dihitung secara instan.

Peralatan yang diidentifikasi merupakan versi modernisasi dari Smerch era Soviet — yang dikenal sebagai Tornado-S. Sistem ini telah didigitalisasi dan dilengkapi peningkatan signifikan dalam hal akurasi, sistem panduan, serta jangkauan.

Setelah posisi dikonfirmasi, drone menyerang langsung rel peluncur. Dampak tersebut memicu kebakaran langsung di platform, diikuti oleh ledakan amunisi yang dibawa kendaraan tersebut.

Tornado-S: senjata jarak jauh

Tornado-S dianggap sebagai evolusi dari sistem Smerch lama. Para pengembangnya mengintegrasikan sistem digital dan amunisi berpemandu navigasi satelit, sehingga meningkatkan jangkauan operasional hingga 120 kilometer.

Jenis sistem ini digunakan untuk serangan saturasi dan pemboman jarak jauh. Menurut otoritas Ukraina, sistem tersebut telah aktif digunakan terhadap wilayah Zaporizhzhia dan sekitarnya.

Unit keempat dihancurkan

Ini merupakan instalasi keempat jenis tersebut yang berhasil dinetralisir sejak dimulainya invasi skala penuh. Kehilangan pertama yang terkonfirmasi terjadi pada musim gugur 2022 di wilayah Kharkiv. Unit kedua dihancurkan pada tahun berikutnya, dengan video dirilis pada September 2023.

Penghancuran Tornado-S saat sedang melakukan pemboman menjadi pukulan operasional yang signifikan, terutama mengingat jangkauan dan presisi yang lebih tinggi dari sistem modernisasi tersebut.

Posting Komentar