5 Fakta Mengejutkan Ikan Crappie Hitam, Ikan Kecil Berduri

Table of Contents

Terdapat berbagai jenis ikan yang menarik dan unik dapat ditemui di perairan tawar. Ada yang berukuran besar, kecil, bisa dikonsumsi, bahkan ada yang memiliki duri pada siripnya. Salah satunya adalahPomoxis nigromaculatus atau black crappie. Seperti namanya, black crappie adalah ikan air tawar berukuran kecil dengan warna gelap dan penyebarannya sangat luas.

Pertama, ia memiliki duri pada siripnya, baik itu sirip bagian atas maupun bawah. Ikan ini merupakan hewan asli benua Amerika, khususnya di wilayah Amerika Utara. Selain itu, ikan ini termasuk dalam spesies yang cukup gesit, terutama saat berada di perairan yang dalam. Jadi, apakah kamu tertarik mengetahui berbagai fakta menarik tentang ikan crappie hitam? Oleh karena itu, mari kita simak penjelasan berikut ini dengan saksama.

1. Mudah dikenali berkat duri pada siripnya

Laman Animalia menerangkan bahwa ikan crappie hitam dapat dengan mudah dikenali melalui adanya tujuh hingga delapan duri pada sirip punggungnya. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan spesies crappie lain seperti crappie putih yang hanya memiliki lima hingga enam duri. Meskipun jumlah durinya banyak, namun duri dari ikan ini kecil dan tidak beracun. Namun, jika tidak waspada, duri tersebut bisa menusuk kulit manusia.

Mengenai ukuran, panjang ikan crappie hitam sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Berat maksimumnya bisa mencapai 2,4 kilogram. Bentuk tubuhnya agak bulat, matanya besar, warna dasar tubuhnya berupa perak atau abu-abu, dan ikan ini memiliki pola bintik atau titik hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Terakhir, ikan ini memiliki mulut yang lebar dan fleksibel, mirip dengan spesies crappie lainnya.

2. Fauna asli Benua Amerika Utara

Dilansir Fishbase, crappie hitam adalah hewan asli benua Amerika Utara. Secara khusus, area penyebarannya mencakup wilayah Florida, Quebec, Manitoba, hingga Virginia. Crappie hitam termasuk dalam ikan air tawar dan cenderung hidup di sungai, danau, perairan yang jernih, kolam, waduk, rawa, serta daerah yang memiliki vegetasi padat. Dalam hal suhu air, crappie hitam biasanya berkembang dengan baik di lingkungan yang memiliki suhu sekitar 14-31°C. Populasinya sangat banyak, bahkan di beberapa tempat jumlahnya melebihi batas normal sehingga ikan ini menjadi spesies yang terlalu berlimpah.

3. Lebih giat berburu makanan di perairan yang lebih dalam

Dikutip Animal Diversity Web, crappie hitam termasuk dalam kategori pemakan daging. Diketahui, makanan utama dari individu dewasa meliputi ikan kecil, krustasea, dan larva serangga. Sementara itu, individu yang masih muda hanya mampu mengonsumsi mikroorganisme berukuran kecil seperti zooplankton dan krustasea kecil. Secara umum, ikan ini lebih senang berada di perairan yang dalam, namun ketika mencari makan ia tidak ragu untuk berenang ke permukaan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa hewan-hewan yang menjadi mangsanya sangat aktif di perairan dangkal maupun permukaan air.

4. Sangat mudah tertangkap saat waktu makan

Laman iNaturalist mengjelaskan bahwa ikan crappie hitam akan mulai aktif mencari makan pada pagi dan dini hari, khususnya sejak pukul 2 pagi. Pada waktu itu, ikan ini sangat mudah ditangkap dan dijebak dengan umpan. Karena aktivitasnya sedang tinggi, mereka sering berkumpul di satu area, dan ikan ini sering muncul ke permukaan air. Ikan ini juga sangat diminati sebagaigame fish. Sampai saat ini, pemerintah Amerika masih belum menerapkan larangan yang tegas terkait penangkapannya.

Secara umum, para pemancing menggunakan umpan buatan kecil (jig) dan umpan berbentuk ikan kecil (minnow) untuk menangkap crappie hitam. Berbeda dengan spesies crappie lainnya, crappie hitam lebih mudah ditangkap di air yang jernih atau di dekat struktur buatan manusia. Terakhir, metode memancing spider rigging sangat efisien dalam menangkap ikan ini.

5. Menginjak usia 2-4 tahun, seseorang mulai beranjak dewasa

Dilansir JungleDragon, Ikan crappie hitam mencapai kematangan seksual pada usia 2 hingga 4 tahun. Menariknya, pertumbuhan mereka di empat tahun pertama lebih cepat jika tinggal di perairan yang bersuhu hangat. Selain itu, musim perkawinan ikan ini bervariasi tergantung daerah penyebarannya. Namun, jelas bahwa mereka mulai berkembang biak pada musim semi dan musim panas ketika suhu air mencapai 14 hingga 20 derajat Celsius. Setelah bertelur, ikan ini mampu menghasilkan sekitar 40.000 butir telur yang menetas dalam waktu 2 hingga 3 hari dan akan dirawat oleh induknya. Akhirnya, usia maksimum yang bisa dicapai oleh ikan crappie hitam adalah 15 tahun.

Berikut beberapa fakta menarik tentang crappie hitam, yaitu ikan kecil berduri yang berasal dari Amerika Utara. Meskipun memiliki tubuh kecil, crappie hitam tidak boleh dianggap remeh. Justru, popularitasnya cukup tinggi karena menjadi ikan favorit bagi para pemancing. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ukuran bukan satu-satunya faktor yang menentukan reputasi suatu jenis ikan.

Posting Komentar