5 Spesies Belut Terbesar di Dunia, Panjangnya Mencapai 3 Meter

Table of Contents

Spesies Belut Terbesar di Dunia

Belut adalah ikan yang termasuk dalam ordo Anguilliformes. Berbeda dengan ikan lainnya, belut memiliki tubuh memanjang, tidak memiliki sisik, dan sangat licin. Sirip belut juga kecil, bahkan hampir tidak terlihat. Ukuran belut biasanya tidak terlalu besar, dengan panjang berkisar antara 15-50 sentimeter. Namun, ternyata ada beberapa spesies belut yang berukuran raksasa.

Berikut ini beberapa daftar spesies belut terbesar di dunia:

1. Conger Eropa (Bobot Maksimal 160 Kilogram)


Conger conger atau conger eropa merupakan belut terbesar di dunia dengan panjang maksimal 3 meter dan bobot mencapai 160 kilogram. Meskipun besar, ia tidak terlalu mencolok dengan badan ramping, panjang, dan tubuh yang berwarna hitam. Conger eropa dapat ditemukan di perairan Eropa, khususnya di Samudra Atlantik. Ia lebih sering dijumpai di kedalaman 0-500 meter, tetapi bisa menyelam hingga kedalaman 3.600 meter. Selain itu, conger eropa juga akan bermigrasi saat musim kawin.

2. Conger Amerika (Bobot Maksimal 40 Kilogram)


Conger oceanicus atau conger amerika menghuni pesisir timur Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Habitatnya mencakup area karang, pesisir, hingga laut sedalam 477 meter. Ia termasuk hewan nokturnal yang sangat aktif di malam hari. Saat malam tiba, hewan ini menjadi predator ganas yang bisa memangsa ikan, krustasea, hingga moluska. Ukurannya mencapai 2 meter dengan bobot maksimal 40 kilogram. Populasinya sangat melimpah, bahkan kerap ditangkap dan dikonsumsi manusia.

3. Moray Raksasa (Bobot Maksimal 30 Kilogram)


Hewan dengan nama ilmiah Gymnothorax javanicus ini merupakan spesies belut moray terbesar di dunia. Panjang maksimalnya sekitar 3 meter dan bobotnya mencapai 30 kilogram. Moray raksasa sering dijumpai di bebatuan dan area karang. Penyebarannya mencakup Jepang, Polinesia, Kaledonia Baru, Hawaii, hingga Indonesia. Karena ukurannya yang raksasa, moray ini bisa memangsa apapun, entah itu ikan lunak, kepiting keras, hingga ular laut berbisa. Giginya tajam dan rahangnya kuat, sehingga gigitannya mampu merobek kulit dan mengoyak daging. Selain itu, moray raksasa juga memiliki racun ciguatera yang berbahaya.

4. Moray Hijau (Bobot Maksimal 13,3 Kilogram)


Gymnothorax funebris atau moray hijau punya panjang 2,5 meter dan bobot maksimal 13,3 kilogram. Seperti namanya, hewan predator ini memiliki tubuh berwarna hijau yang digunakan untuk berkamuflase dan menyamar di bebatuan atau area karang. Ia juga cerdas dan bisa bekerja sama dengan ikan lain saat mencari makanan. Moray hijau juga bisa bertahan hidup di sungai dan perairan air payau, menunjukkan ketangguhannya. Meski bukan termasuk hewan konsumsi, belut ini sering ditangkap dan dipelihara sebagai hewan peliharaan.

5. Conger Abu-abu (Bobot Maksimal 55 Kilogram)


Conger esculentus atau conger abu-abu mampu tumbuh hingga sepanjang 1,5 meter dan bobot mencapai 55 kilogram. Ia bisa ditemukan di perairan tropis, khususnya di wilayah Amerika Selatan dan perairan Kuba. Berbeda dengan spesies lain, conger abu-abu merupakan hewan laut dalam yang hidup di kedalaman 120-400 meter. Karenanya, penelitian terhadap belut ini jarang dilakukan. Uniknya, conger abu-abu sering dipancing, dijual, dan diolah menjadi makanan yang lezat.

Tak hanya besar, beberapa spesies belut terbesar di dunia juga merupakan hewan yang berbahaya dan patut dihindari. Keunikan mereka tercermin dari berbagai aspek, seperti makanan dan kebiasaan. Kehadiran mereka membuktikan bahwa belut bukan hewan yang bisa diremehkan. Sebaliknya, mereka merupakan hewan unik, eksotis, dan eksistensinya harus selalu dijaga.

Posting Komentar