Mengapa Hewan Kehilangan Arahan Saat Gerhana Matahari?
Fenomena Gerhana Matahari dan Pengaruhnya pada Perilaku Hewan
Gerhana matahari cincin adalah fenomena langka yang terjadi ketika posisi bulan, matahari, dan bumi berada dalam garis lurus. Saat gerhana mencapai puncaknya, langit tiba-tiba gelap dan kembali terang dalam waktu singkat. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi manusia, tetapi juga hewan di alam semesta.
Fenomena ini sering menimbulkan kebingungan bagi hewan nokturnal. Mereka mungkin mengira malam telah tiba dan mulai melakukan aktivitas seperti berburu makanan. Namun, kegelapan tersebut tidak bertahan lama, sehingga hewan bisa merasa kebingungan. Apakah semua hewan akan merasakan hal yang sama saat terjadi gerhana matahari? Berikut penjelasannya.
Hewan Merasakan Kebingungan Saat Gerhana Matahari
Menurut artikel dari Veterinary Medicine Biomedical Sciences, hewan akan menunjukkan perilaku tidak biasa selama gerhana matahari, terutama hewan yang aktif di malam hari. Kegelapan yang tiba-tiba dapat mengganggu jam internal mereka, menyebabkan kecemasan dan kebingungan.
Dr. Kristina Pradowski, asisten profesor klinis di Sekolah Kedokteran Hewan & Ilmu Biomedis Texas A&M, menjelaskan bahwa perubahan kegelapan yang mendadak bisa membuat hewan peliharaan kehilangan orientasi. Fenomena ini sering disertai dengan badai, yang dapat memperparah rasa cemas pada hewan dengan riwayat kecemasan. Mereka mungkin terengah-engah, bersembunyi, mondar-mandir, atau merengek.
Tidak hanya hewan liar, hewan peliharaan pun bisa merasakan efeknya. Mereka terbiasa dengan rutinitas harian seperti makan, bermain, dan tidur. Saat kegelapan terjadi, mereka mungkin mengartikan ini sebagai tanda untuk memulai aktivitas malam hari, seperti mencari makanan atau masuk kandang untuk tidur.
Burung, yang bergantung pada isyarat cahaya, juga bisa bereaksi. Jika burung peliharaan berada di luar sangkar, mereka akan kembali masuk dan mencari tempat bertengger seolah-olah malam sudah tiba.

Tidak Semua Hewan Mengalami Perubahan Perilaku
Hewan yang hidup di lingkungan gelap lebih rentan terpengaruh oleh gerhana matahari. Contohnya, kukang (loris) yang aktif di malam hari. Meskipun mereka kembali aktif meski baru saja istirahat, aktivitas mereka terbatas hanya pada keluar dari sarang tanpa mencari mangsa.
Sebaliknya, hewan diurnal (aktif di siang hari) tidak selalu menunjukkan perubahan perilaku. Misalnya, jelarang tidak mengalami perubahan. Reptil juga bisa mengalami perubahan perilaku akibat perubahan suhu, bukan karena fenomena gerhana matahari.

Bukti Perilaku Hewan Selama Gerhana Matahari
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh William M. Wheeler pada tahun 1932, ahli entomologi ini mengumpulkan 500 pengamatan tentang perilaku satwa liar selama gerhana matahari. Beberapa hewan yang diamati meliputi:
- Kunang-kunang: Pada 21 Agustus 2017, sebanyak 10 laporan dari Missouri sampai North Carolina melaporkan bahwa kunang-kunang jenis Photinus Pyralis aktif memancarkan cahayanya saat kegelapan total terjadi.
- Laba-laba: Penelitian di Meksiko pada 1991 menunjukkan bahwa laba-laba penenun jaring kolonial sangat terpengaruh oleh cahaya. Saat gerhana mencapai puncaknya, laba-laba bergegas membongkar jaring seolah-olah malam tiba.
- Burung: Analisis dari Laboratorium Cornell terhadap 1.350 laporan dari situs eBirdg.org menunjukkan beberapa kejadian menarik. Contohnya, burung nighthawk muncul saat langit gelap total, burung hantu saling bersahutan, dan burung nasa hitam kebingungan hingga tertidur.

Kesimpulan
Perubahan perilaku hewan selama gerhana matahari terjadi karena banyak jenis hewan bergantung pada isyarat cahaya untuk berburu, reproduksi, dan waktu istirahat. Hewan nokturnal, seperti burung hantu dan kukang, cenderung lebih rentan terhadap perubahan ini. Namun, tidak semua hewan mengalami perubahan perilaku yang sama. Beberapa hewan, seperti jelarang dan reptil, tidak terlalu terpengaruh. Dengan demikian, gerhana matahari tidak hanya menjadi fenomena alam yang menarik, tetapi juga memberikan wawasan tentang cara hewan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Posting Komentar