Opsi Peneliti Fungsional BRIN di IPB, yang Pertama

Kepala Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria berencana menghadirkan posisi jabatan fungsional peneliti di universitas. Arif menyatakan akan memohon persetujuan terlebih dahulu kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tujuan pemberian jabatan fungsional, menurut Arif, adalah memperkuat penelitian di universitas-universitas. "Kami akan mengajak banyak perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan BRIN," ujar Arif melalui pernyataan di Jakarta, Jumat 12 Desember 2025, dikutip dariAntara.
Arif menganggap bahwa saat ini perguruan tinggi memiliki banyak peneliti, tetapi mereka tidak menjadi dosen. Oleh karena itu, ia berusaha agar para peneliti tersebut memiliki jalur karier melalui jabatan fungsional tersebut.
Rektor IPB UniversitySelama dua periode, 2017-2025, hal ini akan menjadikan IPB sebagai contoh pertama dalam membuka jabatan fungsional peneliti. Nantinya, ia menyatakan akan mendorong para peneliti baru yang berada di berbagai tempat untuk bergabung menjadi peneliti di universitas. "Peneliti di BRIN, peneliti di perguruan tinggi, itulah kekuatan riset Indonesia masa depan," kata Arif.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyambut rencana tersebut dengan mengatakan bahwa kolaborasi antara BRIN dan perguruan tinggi sudah sangat dinantikan. Ia yakin bahwa kolaborasi BRIN–IPB mampu menghasilkan penelitian yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Posting Komentar