5 fakta menarik burung bangau, buaya, dan kuda nil

Table of Contents

Spesies Bangau Berukuran Sedang

Bangau paruh kuning merupakan spesies yang berukuran sedang. Panjang tubuhnya sekitar 0,9 hingga 1 meter. Individu jantan sedikit lebih besar dengan bobot sekitar 2,3 kilogram. Sementara itu, bobot maksimal untuk individu betina mencapai 1,9 kilogram. Ciri fisik bangau ini tidak jauh berbeda dari spesies lain. Pertama, ia memiliki tubuh yang ramping serta kaki, leher, dan paruh yang panjang. Ujung sayapnya berwarna hitam, badannya berwarna putih, kaki dan kepalanya berwarna pink, dan paruhnya berwarna kuning.

Penyebarannya Terpusat di Afrika Bagian Timur

Bangau paruh kuning merupakan satwa endemik benua Afrika. Secara spesifik, penyebarannya mencakup Afrika bagian tengah, timur, barat, dan selatan. Namun, penyebaran unggas ini terpusat di Afrika bagian timur. Sementara itu, penyebarannya di wilayah lain cukup acak dan tidak menentu. Habitat bangau paruh kuning adalah area lembap seperti sungai, zona intertidal, laut lepas, dan area pertanian. Bangau ini hidup secara berkoloni. Terkadang, satu koloni bisa berisikan hingga 2000 individu. Sejatinya, populasi burung ini masih melimpah. Sayangnya, saat ini populasi bangau paruh kuning mulai menurun.

Toleran terhadap Perubahan Lingkungan Skala Kecil

Bangau paruh kuning toleran terhadap perubahan berskala kecil di habitat dan lingkungannya. Kerusakan habitat kecil, perubahan suhu, pasang surutnya air, dan perubahan bioma tak menjadi ancaman yang serius baginya. Namun, beberapa populasi punya risiko kepunahan yang cukup tinggi. Contohnya, populasi di Afrika Timur sering diburu oleh manusia. Kemudian, populasi di Kenya sangat rentan akan ancaman predator seperti burung elang, cheetah, macan tutul, dan singa.

Kerap Mengikuti Buaya dan Kuda Nil

Bangau paruh kuning merupakan predator. Makanan kesukaannya adalah ikan kecil yang panjangnya sekitar 6-10 sentimeter dan bobotnya 150 gram. Saat makan, bangau ini akan langsung menelannya. Selain ikan, terkadang bangau paruh kuning juga akan memangsa cacing, serangga, hingga mamalia kecil. Bangau paruh kuning juga memiliki strategi berburu yang unik, yaitu ia akan mengikuti atau menguntit predator lain. Biasanya, ia akan mengikuti buaya dan kuda nil. Sembari mengikuti dua predator raksasa tersebut, ia akan memakan hewan yang ada di belakang keduanya. Kebiasaan tersebut dilakukan agar bangau ini bisa mendapat makanan dengan lebih mudah.

Bereproduksi Setelah Hujan Besar

Reproduksi bangau paruh kuning dipicu oleh hujan besar. Saat hujan besar datang maka danau dan sungai akan penuh dengan air. Ketersediaan makanan juga meningkat dengan drastis. Peningkatan makanan tersebut menjamin keberhasilan reproduksi burung ini. Sebab, ia tak perlu takut kehabisan makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. Sekali bertelur, individu betina bisa menghasilkan 2-4 butir telur. Seperti bangau lain, individu jantan dan betina akan mengerami telurnya secara bergantian dalam kurun waktu 30 hari. Setelah menetas, anakan bangau paruh kuning akan tinggal bersama induknya selama 50-55 hari. Setelah itu, anakan burung ini akan belajar terbang, pergi dari sarang, dan hidup mandiri.

Paruh kuning bukan satu-satunya hal menarik yang dimiliki bangau ini. Justru, hal unik yang ia miliki tercermin dari aspek lain, seperti penyebaran, populasi, makanan, kebiasaan, hingga reproduksinya. Karena termasuk hewan yang unik, maka eksistensi bangau paruh kuning harus dijaga. Kita tak boleh mengganggu, memburu, dan merusak habitat unggas ini.

Posting Komentar