Benarkah Baterai Cepat Habis Saat Cuaca Dingin?

Table of Contents

Di negara-negara dengan empat musim, setiap tiba musim dingin selalu muncul kekhawatiran yang muncul di media sosial dari pemilik perangkat teknologi.smart-home. Mereka berspekulasi apakah orang lain juga mengalami hal yang sama: perangkat elektronik di luar rumah, yang menggunakanbaterai, seperti video doorbelldan kamera pengawasan tidak beroperasi atau rusak.

Perangkat elektronik mengalami kehabisan daya lebih cepat. Bahkan jauh lebih cepat lagi. Bagi sebagian orang yang tinggal di daerah dengan musim dingin yang sangat ekstrem, banyak alat tidak dapat dicas ulang sama sekali, sehingga membuatnya tergantung atau menempel tanpa manfaat di dinding rumah dan sudut-sudut halaman.

Apa yang Terjadi?

Biasanya beredar cerita bahwa baterai menghabiskan energi lebih cepat di cuaca yang dingin. Artikel di halamanPopular Mechanics23 Desember 2025 menyatakan bahwa pendapat itu salah. Dijelaskan di sana bahwa energi masih tersimpan dalam baterai; hanya saja semakin sulit untuk diakses seiring menurunnya suhu udara.

Hampir semua perangkat rumah pintar yang menggunakan baterai biasanya dilengkapi dengan baterai lithium-ion, mirip dengan yang digunakan pada ponsel, laptop, atau bahkan mobil listrik. Seperti baterai pada umumnya,baterai litiummengandalkan reaksi kimia untuk memindahkan ion-ion antara elektroda-elektrodanya, yang selanjutnya menghasilkan dan mengirim energi ke perangkat yang terdapat di dalamnya.

Ketika perangkat atau baterai berada di lingkungan yang dingin, cairan elektrolit di dalam baterai menjadi lebih kental. Perpindahan ion-ion dalam cairan yang mengeras ini menyebabkan baterai bekerja lebih keras untuk menghasilkan atau mengirimkan jumlah energi yang sama. Dan, itulah sebabnya, sebuah baterai yang digunakan di luar ruangan dengan suhu udara 40 derajat Fahrenheit tidak akan bertahan sama lama atau mengirimkan daya yang sama dibandingkan saat berada di lingkungan dengan suhu udara 80 derajat.

Bayangkan seperti saat menghabiskan susu dengan menggunakan sedotan. Semakin dingin susu tersebut, semakin kental dan akibatnya semakin sulit untuk diminum melalui sedotan.

Beberapa produsen mengatasinya dengan membuat sistem penguncian otomatis kemampuanchargingperangkat yang menggunakan baterai bekerja ketika suhu turun hingga di bawah titik beku (di bawah 32 derajat Fahrenheit atau nol derajat Celsius). Sistemlock-outini sengaja dilakukan untuk mencegah kerusakan pada baterai lithium. Karena, jika Anda meng-chargebaterai lithium di bawah kondisi suhu dingin, Anda akan mengalami kondisi yang dikenal sebagailithium platingyang secara tetap mengurangi kapasitas baterai.

Saat suhu di luar rumah berada di bawah titik beku, Anda tidak memiliki pilihan lain selain membawa perangkat yang menggunakan baterai dari luar ke dalam ruangan untuk di-charge. Hal tersebut akan lebih sering diisi ulang dibandingkan saat cuaca lebih hangat. Yang perlu diingat adalah perangkat atau baterai tidak mengalami kerusakan. Ini merupakan sikap alami dari teknologi baterai.

Posting Komentar