Bogor gelar pameran artefak Nabi Muhammad di Bulan Ramadan

Pameran artefak Nabi Muhammad SAW dan keluarga serta sahabatnya kini hadir di Kabupaten Bogor. Acara ini diselenggarakan di Gedung Laga Tangkas, Gelora Pakansari, dengan kolaborasi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Manajemen Artefak Rosulullah Indonesia. Pameran ini akan berlangsung selama satu bulan Ramadan hingga 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1447H.
Menurut Bupati Bogor Rudy Susmanto, acara ini akan berlangsung selama 30 hari sepanjang bulan Ramadan. "Masyarakat bisa datang langsung untuk melihat dan mengambil berkah dari artefak Nabi Besar Muhammad," ujarnya seusai membuka pameran tersebut.
Rudy menjelaskan bahwa terdapat sekitar 72 artefak yang dipamerkan, termasuk 35 artefak yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, seperti kiswah ka’bah dan sejadah raudhah. Selain itu, ada juga artefak dari Manajemen Artefak Indonesia yang ikut dipamerkan.
Tujuan dari pameran ini adalah agar masyarakat dapat belajar sejarah secara langsung melalui artefak Nabi. Pengunjung akan didampingi oleh panitia yang siap memberikan informasi dan panduan. Di sisi lain, kursi penonton di Laga Tangkas juga bisa digunakan untuk melakukan doa atau amalan khusus.
"Silakan masyarakat datang untuk mengambil berkah Nabi Muhammad. Untuk kebutuhan ibadah sholat, tarawih, dan berbuka puasa bisa dilakukan di Masjid Nurul Wathon. Semua layanan ini diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun," jelas Rudy.
Juru bicara Manajemen Artefak Indonesia, Misbahul Anam, menyebutkan bahwa pameran ini merupakan yang terbesar karena berlangsung selama sebulan penuh dan gratis. "Artefak yang dipamerkan cukup banyak, mulai dari barang peninggalan Nabi dan keluarga, hingga barang masa kesultanan dan kekhalifahan Islam sejak Abbasiah hingga Ustmani."
Menurut Misbahul, pameran ini diselenggarakan tepat di bulan Ramadan, yaitu bulan yang penuh berkah. "Ini adalah pameran ke-416 se-Indonesia sejak Ramadan tahun lalu. Ini yang terbesar dan terlama. Di Jawa Barat, ini yang ketujuh dan pertama di Kabupaten Bogor."
Misbahul menambahkan bahwa beberapa artefak yang menjadi magnet pameran antara lain sorban, rambut, keringat, darah, dan tongkat Nabi. Selain itu, ada juga pedang, panah, terompah, dan tempat minum milik Nabi yang terbuat dari kulit unta.
Selain artefak Nabi Muhammad, artefak milik Siti Khodijah, Siti Fatimah, Syaidina Ali, Hasan, dan Husen juga turut dipamerkan. "Semua artefak ini telah tersertifikasi sebagai asli oleh badan peneliti Makkah dan Madinah. Hanya 25 persen yang merupakan replika," ujarnya.
Dari total 300 artefak yang dimiliki, hanya sekitar 37 artefak yang dibawa ke pameran ini. "Artefak ini berasal dari berbagai negara, seperti Makkah, Madinah, Yordania, Turki, Malaysia, dan Brunei," tambah Misbahul.
Posting Komentar