BTN siap hadapi phishing dengan tumbuhnya transaksi digital nasabah

Table of Contents

smelectronik.CO.ID – BEKASI. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengamati perkembangan penipuan online, termasuk phishing dan social engineering,terus meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan layanan perbankan digital dan jumlah nasabah.

Direktur Risk Managemenpada BTN Setiyo Wibowo menyatakan bahwa peningkatan digitalisasi perbankan secara langsung diiringi dengan meningkatnya ancaman serangan siber, khususnya yang menargetkan pelanggan.

"Pasti akan semakin meningkat. Karena saat ini pembukaan rekening melalui bale by BTN saja mencapai sekitar 120.000 per bulan, atau sekitar 1,2 juta dalam setahun. Jumlah pengguna baru bale by BTN juga sudah mencapai 3,5 juta," kata Setiyo kepada awak media, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, ancaman phishing pada dasarnya tidak menyerang sistem internal bank secara langsung, tetapi mengarahkan perhatian kepada nasabah melalui berbagai cara, seperti pesan palsu, tautan yang mencurigakan, dan taktik rekayasa sosial lainnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, BTN menerapkan berbagai tindakan pengelolaan risiko, mulai dari pemberian edukasi hingga peningkatan sistem deteksi kecurangan. Dalam hal pencegahan, BTN secara berkala memberikan informasi kepada nasabah melalui pesan WhatsApp, email, serta notifikasi langsung di aplikasi BTN Bale.

Setiap nasabah mengakses aplikasi, selalu muncul peringatan terkaitt phishingsupaya pelanggan lebih waspada," jelas Setiyo.

Selain itu, BTN juga menyediakan fraud call system yang didukung oleh fraud detection system.Dengan sistem ini, tim khusus BTN akan menghubungi nasabah secara langsung apabila ditemukan adanya aktivitas transaksi yang mencurigakan.

"Ketika terjadi transaksi yang mencurigakan, tim kami segera menghubungi nasabah 24 jam penuh untuk memverifikasi apakah transaksi tersebut sah atau tidak. Jika ternyata tidak sah, transaksi tersebut langsung kami hentikan," ujar Setiyo.

Ia menegaskan, penguatan cyber securitybukan hanya tanggung jawab dari pihak bank sendiri, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif nasabah dalam menjaga informasi dan data perbankan mereka.

“Cyber securityitu bukan hanya dari sisi bank, tetapi juga dari pihak nasabah. Karena yang menjadi target dalam phishing adalah nasabahnya," tutupnya.

Posting Komentar