Cara mengatasi perut kembung saat berbuka puasa

Manfaat Puasa dan Risiko Perut Kembung
Puasa memiliki berbagai manfaat kesehatan yang positif bagi tubuh. Namun, jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, puasa bisa justru memicu beberapa keluhan kesehatan. Salah satu masalah yang sering dialami adalah perut terasa begah atau kembung setelah berbuka puasa.
Menurut Mira Dewi, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, perut kembung biasanya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan. Meski demikian, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti intoleransi makanan, sembelit, atau gangguan pencernaan.
“Penyebab utama perut kembung adalah akumulasi gas di usus. Namun, ada banyak faktor lain yang juga berperan, seperti intoleransi makanan atau gangguan pencernaan,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Rabu, 18 Februari 2026.
Mira menegaskan bahwa puasa itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan perut kembung. Keluhan tersebut umumnya muncul karena kesalahan dalam pola makan saat sahur dan berbuka puasa.
“Perlu dipastikan bahwa puasa itu sendiri tidak menyebabkan perut kembung. Biasanya keluhan ini muncul karena kebiasaan makan yang kurang tepat, misalnya langsung mengonsumsi makanan yang mengandung gas saat berbuka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perut kembung lebih sering dialami oleh individu yang memiliki riwayat penyakit asam lambung (GERD) atau gangguan pencernaan lainnya.
Kebiasaan yang Menyebabkan Perut Kembung Selama Ramadan
Beberapa kebiasaan yang kerap memicu perut kembung selama bulan Ramadan antara lain:
- Berbuka puasa dengan porsi besar sekaligus setelah lambung kosong seharian.
- Mengonsumsi makanan tinggi gas seperti kacang-kacangan tertentu, kol, dan minuman bersoda.
- Makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik.
- Kurangnya asupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur.
Cara Mencegah Perut Kembung Selama Puasa
Untuk mencegah terjadinya perut kembung, Mira menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan pola makan selama berpuasa. Ia menganjurkan untuk makan secara perlahan, tidak tergesa-gesa, serta menghindari makanan pemicu kembung saat sahur dan berbuka.
“Usahakan berbuka secara bertahap dan tidak langsung makan dalam jumlah besar. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, sebaiknya membatasi konsumsi susu,” ujarnya.
Selain itu, Mira juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih serta tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur selama bulan Ramadan.
“Pola makan yang tepat, cukup cairan, dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa,” kata dia.
Posting Komentar