Dedy Budiman ungkap strategi jadi kaya lewat AI di penjualan

Ringkasan Berita:
- Mengapa para pengusaha perlu memahami GEO dan AEO?
- Apakah kecerdasan buatan berpotensi menggantikan pekerjaan di bidang penjualan?
- Bagaimana pengalaman Dedy Budiman sebagai Champion Sales Trainer dalam menggunakan AI?
smelectronikPerkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence(AI) tidak hanya mengubah cara manusia mencari data, tetapi juga berdampak pada proses pengambilan keputusan saat membeli barang atau layanan.
Jika sebelumnya pengguna biasa mengetikkan kata kunci pada mesin pencari, saat ini mereka mulai langsung bertanya kepada AI untuk mendapatkan saran yang dianggap paling sesuai dan andal. Perubahan ini memaksa pelaku bisnis dan tenaga pemasaran untuk mengubah strategi agar tetap relevan, termasuk juga para sales.
Pemimpin Divisi Penjualan Indonesia, Dedy Budiman menyatakan, AI membawa pendekatan baru dalam mempermudah pilihan pelanggan. Berbeda dengan mesin pencari tradisional yang menampilkan banyak hasil, AI cenderung memberikan saran terbatas berdasarkan keandalan informasi.
"Sekarang orang bertanya kepada AI, dan jawabannya hanya berupa dua atau tiga rekomendasi. Hal ini mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pembelian," kata Dedy.
Perubahan dari Search Engine ke Generative Engine
Dedy menjelaskan, saat ini telah terjadi perubahan darisearch engine ke generative engineAI tidak hanya menampilkan daftar, tetapi mengumpulkan kesimpulan dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam bentuk jawaban langsung.
Dalam konteks ini, para pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan Search Engine Optimization (SEO). Mereka juga harus memahami Generative Engine Optimization (GEO) dan Answer Engine Optimization (AEO) agarbrandatau produk mungkin muncul dalam rekomendasi yang diberikan oleh kecerdasan buatan.
"Yang menjadi pertanyaan sekarang bukan hanya bagaimana muncul di Google, tetapi bagaimana nama kita yang disebut ketika seseorang bertanya ke AI," jelas Dedy.
Menurut Dedy, AI cenderung lebih percaya pada sumber-sumber tertentu. Media mainstream yang dapat dipercaya, situs resmi perusahaan, serta platform profesional seperti LinkedIn menjadi acuan utama.Website perusahaan tetap memiliki peran penting meskipun tidak selalu ramai pengunjung.
“Website itu bukan hanya untuk manusia, tapi juga untuk AI. Tidak masalah kalau sepi, yang penting datanya jelas dan bisa dibaca AI,” katanya.
AI sebagai Pembantu untuk Penjualan
Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan peran tenaga pemasaran, Dedy merasa anggapan itu tidak sepenuhnya benar. AI justru berfungsi sebagai pendamping yang memudahkan proses pemasaran menjadi lebih efektif.
"AI tidak menggantikan sales, tetapi sales yang enggan menggunakan AI akan ketinggalan," katanya.
Dedy yang juga merupakan Founderdari Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) ini telah mengalami bagaimana AI banyak membantu dalam prosesprospecting, terutama melalui inbound salesPelanggan yang datang berdasarkan rekomendasi AI cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih besar, sehingga meningkatkan peluang terjadinya penjualan.
"Jika sudah datang berkat rekomendasi AI, biasanya hanya perlu konfirmasi. Tingkat penutupan transaksinya jauh lebih tinggi," katanya.
Peluang Karier di Bidang Penjualan dan Penerapan Teknologi
Sebagai seorang Trainer Penjualan Juara, Dedy juga menyoroti pentingnya peran profesi penjualan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, sekitar 30,8 juta dari 145 juta tenaga kerja di Indonesia bekerja dalam bidang pemasaran.
Meskipun jumlahnya banyak, profesi penjualan seringkali dianggap remeh. Padahal, menurut Dedy, penjualan memainkan peran penting dalam mendorong perekonomian dan membuka kesempatan menjadi wirausaha.
Melalui posisi Sales Director Indonesia, Dedy menciptakan komunitas profesional yang terdiri dari para Sales Director dan eksekutif dari berbagai sektor industri. Selain itu, ia juga memperkenalkan Gerakan 1000 SMK Sales Naik Kelas guna memberikan siswa SMK keterampilan serta pemahaman tentang dunia penjualan sejak dini.
"Kami berkeinginan menciptakan sistem penjualan yang solid, mulai dari pendidikan hingga para praktisi," katanya.
Di tengah tantangan ekonomi global, Dedy merasa peluang penjualan di Indonesia masih terbuka. Kuncinya adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi AI.
"Jualan kini bukan lagi tentang pasar, melainkan tentang metode. Jika metodenya benar, kesempatan selalu tersedia," katanya.
Posting Komentar