Dishub Tasikmalaya Mulai Digitalisasi Uji KIR

Penerapan Aplikasi Blue Full Cycle di UPTD PKB Kota Tasikmalaya
UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya mulai melakukan uji coba penerapan aplikasi Blue Full Cycle sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan uji KIR. Aplikasi ini dirancang untuk menjadi sistem digitalisasi penuh pengujian kendaraan bermotor yang terintegrasi sejak proses pendaftaran, pelaksanaan uji, hingga penerbitan buku lulus uji elektronik dalam bentuk smart card dan stiker QR secara real time.
Penguji UPTD PKB Dishub Kota Tasikmalaya, Benben, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima instruksi untuk melakukan uji coba aplikasi tersebut. Uji coba dimulai sejak 19 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa saat ini penerapan aplikasi masih dalam tahap penyesuaian sistem sehingga belum dapat diakses secara luas dan belum disosialisasikan kepada masyarakat.
Meski demikian, Benben berharap penerapan aplikasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan uji KIR, khususnya dalam mencegah pemalsuan buku KIR serta mendorong transparansi dan efisiensi proses pengujian. “Melalui sistem ini, proses pengujian kendaraan bermotor diharapkan menjadi lebih tertib, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” katanya.
Manfaat Aplikasi Blue Full Cycle
Aplikasi Blue Full Cycle menawarkan beberapa manfaat utama, antara lain:
- Peningkatan Transparansi: Dengan sistem digitalisasi, semua proses pengujian kendaraan bermotor dapat dipantau secara real time, sehingga mengurangi risiko manipulasi data atau kecurangan.
- Efisiensi Proses: Sistem ini memungkinkan penerbitan buku lulus uji elektronik dalam waktu singkat, sehingga menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat.
- Keamanan Data: Penggunaan smart card dan stiker QR membuat buku lulus uji lebih aman dari pemalsuan, karena memiliki fitur unik yang sulit ditiru.
- Kemudahan Bagi Masyarakat: Masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi uji kendaraan melalui aplikasi, termasuk jadwal uji, hasil uji, dan status kelengkapan dokumen.
Tantangan dalam Penerapan
Meskipun aplikasi ini menawarkan banyak keuntungan, penerapannya juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah perluasan akses dan kesadaran masyarakat terhadap sistem baru ini. Benben menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap penyesuaian sistem, sehingga belum bisa sepenuhnya diakses oleh masyarakat umum.
Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar masyarakat memahami cara menggunakan aplikasi dan manfaatnya. Hal ini juga akan membantu mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama masa transisi.
Masa Depan Layanan Uji KIR
Dengan penerapan Blue Full Cycle, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan uji kendaraan bermotor yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memastikan kendaraan yang diuji telah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan. Dalam jangka panjang, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan uji KIR secara keseluruhan, baik dari sisi teknis maupun administratif.
Posting Komentar