Hujan Lebat Paling Membahayakan Yogyakarta, Sleman, dan Bantul

Table of Contents

Hujan yang turun dengan intensitas sedang hingga lebat di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 18 Februari 2026, menyebabkan berbagai dampak seperti pohon tumbang, kerusakan rumah, serta gangguan akses jalan di empat kabupaten/kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY mencatat sebanyak 65 titik terdampak hingga pukul 17.30 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa hujan mulai mengguyur sekitar pukul 12.50 WIB dan merata di seluruh wilayah DIY. “Intensitas hujan sedang hingga lebat disertai angin. Dampaknya tersebar di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul,” ujar Ruruh, Rabu petang, 18 Februari 2026.

Di Kabupaten Sleman, tercatat 19 titik dampak. Dampak tersebut meliputi 11 pohon tumbang, tiga akses jalan terganggu, dua talud longsor, dua tebing longsor, satu jaringan listrik terdampak, satu tempat usaha rusak, serta 13 rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak, yaitu 25. Di wilayah ini, 12 akses jalan sempat terganggu dan 14 rumah dilaporkan rusak.

Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat 14 titik dampak. Dampak yang tercatat antara lain 12 pohon tumbang, enam rumah rusak, dua akses jalan terganggu, enam jaringan listrik dan dua jaringan internet terdampak, serta satu kendaraan mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kota Yogyakarta, tujuh titik terdampak yang meliputi enam pohon tumbang dan satu dahan patah. Selain itu, dua akses jalan kampung terganggu, satu rumah rusak, serta gangguan pada jaringan telepon, penerangan jalan umum, dan wifi.

Ruruh menjelaskan bahwa tim reaksi cepat BPBD bersama unsur TNI, Polri, Tagana, pemerintah kabupaten/kota, PLN, komunitas relawan, dan warga setempat telah melakukan asesmen dan penanganan di lapangan. “Fokus kami pada pembersihan pohon tumbang, penanganan longsoran, dan memastikan jaringan listrik aman.”

Berdasarkan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), DIY memang memiliki potensi hujan lebat-sangat lebat pada Rabu kemarin. Adapun hari ini, Kamis 19 Februari 2026, status peringatan dini menurun menjadi potensi hujan sedang-lebat.

Berdasarkan catatan intensitas curah hujan harian BMKG, hujan lebat di DIY antara lain ditunjukkan oleh hasil pengukuran di Stasiun Geofisika Sleman yang melaporkan angka 72,6 mm sepanjang Rabu pagi hingga Kamis pagi tadi. Stasiun yang sama melaporkan angka curah hujan hingga 110 mm atau tergolong sangat lebat pada Ahad lalu, 15 Februari 2026. Sedangkan hujan lebat di DIY pada Senin, 16 Februari, diwakilkan oleh catatan curah hujan 65,7 oleh Stasiun Klimatologi DI Yogyakarta.

Posting Komentar