Hujan Terus Menerus Seharian, Ini Data BMKG tentang Banjir

Table of Contents


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, 19–20 Februari 2026. Hujan yang terjadi dalam durasi cukup panjang ini memicu banjir di beberapa kawasan permukiman dan ruas jalan. Laporan kenaikan debit sungai juga mulai bermunculan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta hingga pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 90 rukun tetangga dan enam ruas jalan di Jakarta. Pihak BMKG menilai kondisi cuaca yang terjadi merupakan fenomena alam yang perlu diperhatikan secara serius.

Curah Hujan Tinggi di Beberapa Wilayah

Menurut Pelaksana tugas Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, pengukuran curah hujan selama 24 jam, Kamis pagi hingga Jumat pagi, menunjukkan angka tinggi di beberapa titik. Di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tercatat 179 mm dan di Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, tercatat 168 mm. “Dengan durasi kejadian hujan yang relatif panjang, berlangsung sejak malam hingga pagi hari,” katanya ketika dihubungi, Jumat, 20 Februari 2026.

Angka curah hujan lebih dari 150 mm per hari digolongkan sebagai hujan ekstrem. Sementara itu, di beberapa wilayah lain di Indonesia juga terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BMKG turut mencatat hujan dengan intensitas lebat (50-100 mm per hari) terjadi di Sulawesi Utara sebesar 80,8 mm per hari, Jawa Barat 78,9 mm per hari, dan Kepulauan Riau 55,0 mm per hari.

Faktor Penyebab Peningkatan Curah Hujan

Peningkatan curah hujan ini, Andri menerangkan, dipengaruhi penguatan Monsun Asia yang membawa angin baratan cukup kuat sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif. “Terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia,” tuturnya.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di wilayah barat Indonesia atau Samudra Hindia juga disebutnya berkontribusi pada peningkatan curah hujan di Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, dan Sulawesi bagian utara. Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan fenomena atmosfer tersebut masih berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca nasional.

Wilayah yang Berpotensi Mengalami Hujan Lebat

Andri menyebut potensi peningkatan hujan dengan intensitas lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Adapun potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan diperkirakan terjadi di Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Upaya BMKG dalam Memantau Cuaca

Andri menyatakan BMKG akan terus melakukan pemantauan perkembangan dinamika atmosfer secara intensif. “Dan akan menyampaikan informasi cuaca serta peringatan dini secara berkala guna mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen BMKG dalam memberikan layanan informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu.

Dengan adanya peringatan dini dan pemantauan yang intensif, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang bisa saja terjadi di berbagai wilayah.

Posting Komentar