India perpanjang bebas bea nuklir hingga 2035

Table of Contents
India perpanjang bebas bea nuklir hingga 2035

Pembebasan Bea Masuk untuk Proyek Nuklir Diperpanjang hingga 2035

Pemerintah India mengumumkan perpanjangan pembebasan pajak impor untuk barang dan peralatan yang diperlukan dalam proyek pembangkit listrik tenaga nuklir hingga tahun 2035. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, dalam pidato anggaran 2026–2027. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi nuklir di negara tersebut, sesuai dengan strategi jangka panjangnya hingga tahun 2047.

  • Pembebasan bea masuk dasar atas impor barang untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir akan terus berlaku hingga 2035.
  • Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pembangkit nuklir, tanpa memandang kapasitas proyeknya.
  • Menteri Keuangan menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memberikan kepastian biaya jangka panjang bagi pengembangan pembangkit nuklir.

Cakupan Insentif Diperluas dan Tarif Beberapa Komponen Dibuat Nol

Selain memperpanjang masa berlaku, pemerintah juga memperluas cakupan insentif agar tidak lagi terbatas pada proyek tertentu berdasarkan ukuran. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian biaya jangka panjang dan memperkuat dukungan negara terhadap industri nuklir.

  • Beberapa komponen dan peralatan spesifik untuk pembangkitan tenaga nuklir akan dikenai tarif bea masuk nol.
  • Hal ini diharapkan dapat memengaruhi kebutuhan impor peralatan khusus yang digunakan dalam pembangunan unit nuklir dan infrastruktur pendukung.
  • Menteri Negara (MoS) untuk Energi Atom India, Jitendra Singh, menyampaikan bahwa anggaran ini memiliki visi jangka panjang hingga 2047.

Kebijakan untuk Mendukung Target 100 Gigawatt pada Tahun 2047

India menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir hingga mencapai 100 gigawatt pada tahun 2047. Pembebasan bea masuk ini diharapkan dapat menekan biaya input proyek, memperbaiki keekonomian pembangunan reaktor, serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan produsen peralatan dan pemasok teknologi.

  • Saat ini, India memiliki 24 reaktor nuklir dengan kapasitas terpasang sekitar 8.780 MW.
  • Kontribusi nuklir terhadap bauran listrik nasional masih sekitar 3 persen.
  • Dengan basis kapasitas yang relatif kecil dibanding target 2047, insentif fiskal seperti pembebasan bea masuk dipandang sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat eksekusi proyek serta mengurangi beban biaya pada fase pengadaan peralatan.

Jadwal Pemberlakuan Perubahan Tarif Bea Masuk

Dalam dokumen resmi pidato anggaran, pemerintah menyatakan bahwa jadwal pemberlakuan sejumlah perubahan tarif bea masuk, termasuk yang terkait sektor nuklir, akan berlaku mulai Senin (2/2/2026). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan energi nuklir di India.


Posting Komentar