Indosat Prediksi Kenaikan Lalu Lintas Data Lebaran 2026 Sebesar 18%

Table of Contents


JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison memproyeksikan peningkatan penggunaan data sebesar 18,1% selama periode Lebaran 2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari segi tahunan, trafik data diperkirakan meningkat dari baseline 55.499 TB menjadi sekitar 65.000 TB atau tumbuh sebesar 22,3% year on year (yoy). Puncak penggunaan data diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran, mengingat tingginya aktivitas digital masyarakat selama libur panjang.

Lonjakan ini disebabkan oleh pergerakan sekitar 14 juta pelanggan Indosat selama masa mudik dan arus balik. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 60.000 pelanggan yang melakukan roaming outbound dan 75.000 pelanggan yang melakukan roaming inbound.

Raden Tofan, Senior Vice President (SVP) Head of Network Operations Indosat, menjelaskan bahwa jumlah pemudik nasional setiap tahun mencapai sekitar 150 juta orang, atau hampir 50% dari total populasi Indonesia. “Itulah kenapa kami dari Indosat memiliki komitmen untuk menjaga kesiapan jaringan. Agar saat perjalanan beratus-ratus kilometer, pelanggan tetap aman, nyaman, dan terhubung,” ujar Tofan dalam konferensi pers, Jumat (12/2/2026).

Lebih lanjut, Tofan menambahkan bahwa trafik data pada hari H Lebaran diperkirakan meningkat sekitar 18%, meskipun lonjakan tertinggi biasanya terjadi pada H+1 atau H+2. Hal ini karena masyarakat lebih fokus pada ibadah dan silaturahmi pada hari Lebaran.

Dari sisi geografis, pertumbuhan trafik data paling tinggi tercatat di beberapa wilayah seperti Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Beberapa kabupaten bahkan mencatat kenaikan trafik di atas 50%, mengingat meningkatnya penggunaan layanan digital selama libur Lebaran. Area-area seperti Bogor, Garut, dan daerah Jabodabek menjadi destinasi utama bagi para pemudik.

Tofan menegaskan bahwa proyeksi pergerakan 14 juta pelanggan Indosat selama mudik menjadi tanggung jawab besar bagi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan jaringan. Untuk mendukung hal tersebut, Indosat telah memetakan sekitar 797 point of interest (POI) dan menambah hampir 1.500 site baru dalam 12 bulan terakhir guna memperluas jangkauan jaringan. Perusahaan juga menyiapkan 77 router untuk jalur darat, baik tol, non-tol, maupun kereta api, dengan total cakupan sekitar 8.000 kilometer.

Selain itu, Indosat menyiagakan sekitar 2.500 engineer di seluruh wilayah operasional yang bertugas 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Perusahaan juga mengoperasikan posko siaga selama periode Lebaran. “Kami juga berkolaborasi dengan pemerintah. Kami menentukan sekitar 16 posko bersama Kementerian Komunikasi dan Digital,” kata Tofan.

Sementara itu, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ovidia Namia menambahkan bahwa bulan Ramadan merupakan periode dengan penggunaan digital tertinggi sepanjang tahun. Peningkatan penggunaan perangkat digital selama Ramadan tercatat mencapai 112%. Hal ini turut diiringi dengan meningkatnya potensi gangguan seperti spam dan penipuan daring.

“Nah, di situ kita menyebutnya laporan fraud. Laporan fraud itu di bulan Ramadan bahkan sampai sebesar 34–35% peningkatannya,” ujarnya. Dengan penerapan sistem anti-spam dan anti-scam, Ovidia berharap pelanggan dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman selama Ramadan. Ia juga berharap pelanggan merasa aman dalam menggunakan layanan Indosat.

“Karena kami memastikan bahwa teman-teman tidak akan terkena spam dan penipuan seperti itu,” katanya.

Posting Komentar