Komdigi Minta Akses Internet Cepat dan Murah, XLSMART Soroti Ketersediaan Spektrum

smelectronik, JAKARTA— PT XLSMARTTelecom Sejahtera Tbk mengungkap berbagai kendala dalam mewujudkan layananinternetyang semakin cepat dan terjangkau di Indonesia, sesuai dengan arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kepada operator seluler.
Kepala Grup Komunikasi Korporat dan Keberlanjutan XLSMART Reza Mirza menyebutkan tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur serat optik dan backhaul, keterbatasan spektrum untuk peningkatan kapasitas, serta ukuran permintaan dan efisiensi jaringan di daerah dengan lalu lintas yang belum tinggi.
"Dan skala permintaan serta efisiensi jaringan di daerah yang belum memiliki lalu lintas tinggi," ujar Reza kepada Bisnis pada Kamis (5/1/2026).
Menurutnya, diperlukan keterpaduan kebijakan, kerja sama, serta dukungan dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah, melalui insentif pengembangan, evaluasi biaya regulasi, kemudahan dalam proses izin, serta terciptanya persaingan yang sehat di dunia digital agar peningkatan kecepatan tetap sejalan dengan pemerataan dan mutu layanan.
Reza menegaskan bahwa secara prinsip, XLSMART mendukung arahan Komdigi untuk membuat internet semakin cepat dan lebih murah.
"Karena sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu menyatukan setiap orang Indonesia dalam kehidupan yang lebih baik," ujar Reza.
Ia menyatakan XLSMART siap bekerja sama dengan pemerintah dalam memperluas jaringan, menyediakan layanan broadband yang hemat biaya, serta mendukung perubahan digital masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajukan permintaan kepada operator seluler untuk menyediakan layanan internet yang lebih cepat dan lebih terjangkau.
Petunjuk tersebut disampaikan saat Komdigi meresmikan kewajiban registrasi kartu SIM dengan menggunakan biometrik wajah atau pengenalan wajah. Selain itu, pemerintah juga membatasi penggunaan satu NIK maksimal untuk tiga nomor per operator, mewajibkan kartu perdana didistribusikan dalam keadaan tidak aktif, serta meminta operator menyediakan layanan pemantauan nomor dan pemblokiran jika NIK seseorang digunakan oleh pihak lain.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan kartu SIM sambil mengurangi risiko tindak kejahatan digital. Setelah perbaikan dalam pengelolaan dilakukan, Komdigi meminta para operator seluler untuk meningkatkan kualitas layanan baik dari segi kecepatan maupun harga yang lebih terjangkau.
“Kami berharap kepada operator seluler terus meningkatkan kinerjanya, termasuk kecepatan internet. Jadi lebih baik jika sudah lebih aman, maka internetnya mohon dipercepat, ini juga masukan dari masyarakat. Dan yang terakhir, harganya juga mohon jangan terlalu mahal,” ujar Meutya dalam peluncuran Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Registrasi Biometrik: SEMANTIK (SEnyum, aMAN dengan BimoeTrik) di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Posting Komentar