Kota Subulussalam gelap akibat pemadaman listrik

Gangguan Listrik di Kota Subulussalam Mengganggu Aktivitas Warga
Pemadaman listrik yang terjadi sejak pagi hari, Senin (2/2/2026), telah mengganggu berbagai aktivitas warga Kota Subulussalam. Kondisi ini memengaruhi layanan perkantoran baik pemerintah maupun swasta, sehingga banyak kegiatan sehari-hari terhambat.
Banyak kantor pemerintah di kota tersebut, yang rata-rata tidak memiliki genset cadangan, terkena dampak cukup signifikan dari pemadaman listrik ini. Hal ini menyebabkan gangguan dalam operasional administrasi dan pelayanan publik. Tidak hanya itu, jaringan telepon seluler juga mengalami gangguan, membuat warga kesulitan mengakses internet maupun berkomunikasi melalui perangkat smartphone mereka.
Bagi warga yang masih mendapatkan layanan, jaringan terpantau lemah sehingga komunikasi tidak berjalan maksimal. "Saya sudah dari pagi listrik padam, sinyal juga gangguan," ujar Mansur, salah seorang warga setempat.
Berdasarkan pesan berantai yang beredar, pemadaman listrik dilakukan karena adanya pekerjaan pemeliharaan di gardu induk Subulussalam. Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB di seluruh wilayah Kota Subulussalam.
Pengumuman resmi yang diterima warga menyebutkan bahwa penghentian aliran listrik sementara dilakukan demi keamanan, keselamatan, dan kelancaran pekerjaan sesuai prosedur. "Demi keamanan, keselamatan, dan kelancaran pekerjaan sesuai prosedur, akan dilakukan penghentian aliran listrik sementara waktu pada hari Senin, 2 Februari 2026, pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB," demikian bunyi pengumuman tersebut.
Pemadaman listrik ini diperkirakan akan segera pulih setelah pekerjaan pemeliharaan selesai sesuai jadwal. Namun, warga tetap diminta untuk bersabar dan memperhatikan informasi terkini dari pihak terkait.
Dampak Pemadaman Listrik Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Subulussalam tidak hanya memengaruhi kantor-kantor pemerintah dan swasta, tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Berikut beberapa dampak yang tercatat:
- Kegiatan perkantoran terganggu: Banyak kantor yang tidak memiliki generator listrik harus menutup atau mengurangi jam kerja. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pegawai dan pengunjung.
- Layanan kesehatan terpengaruh: Rumah sakit dan puskesmas yang tidak memiliki cadangan daya juga mengalami kesulitan, meskipun belum ada laporan tentang gangguan kritis.
- Aktivitas ekonomi terhambat: Usaha kecil dan toko-toko kecil terpaksa tutup lebih awal atau mengurangi jam operasional akibat tidak adanya pasokan listrik.
- Kesulitan komunikasi: Jaringan telepon seluler yang tidak stabil menyulitkan warga dalam berkomunikasi, terutama saat membutuhkan layanan darurat.
Persiapan dan Solusi yang Dapat Dilakukan
Meskipun pemadaman listrik sudah direncanakan, banyak warga merasa kurang siap menghadapi situasi ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Membuat rencana darurat: Setiap institusi atau rumah tangga sebaiknya memiliki cadangan daya seperti genset atau baterai portable untuk menghadapi pemadaman mendadak.
- Meningkatkan koordinasi: Pihak PLN atau penyedia listrik sebaiknya memberikan informasi lebih awal dan detail tentang durasi serta lokasi pemadaman agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.
- Memastikan ketersediaan layanan darurat: Rumah sakit dan fasilitas umum lainnya perlu memastikan ketersediaan pasokan listrik darurat untuk menjaga kelancaran operasional.
Penutup
Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Subulussalam menjadi pengingat penting tentang kesiapan masyarakat dan institusi dalam menghadapi gangguan pasokan energi. Meski pemadaman ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin, dampaknya tetap terasa secara luas. Dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang baik, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Posting Komentar