NASA gunakan AI Anthropic untuk eksplorasi Mars, hindari jalur berbahaya

Table of Contents

smelectronik, JAKARTA — NASAmenggunakan Claude, model kecerdasan buatan dari Anthropic untuk merancang jalur rover Perseverance diMars. Penggunaan AI ini tidak menyebabkan kendaraan robot mengalami kecelakaan.

Pada bulan Desember lalu, Perseverance melakukan perjalanan sekitar 400 meter melewati batuan di Crater Jezero mengikuti rute yang telah dipetakan oleh Claude. Ini merupakan pertama kalinya NASA menggunakan model bahasa besar untuk membantu mengarahkan rover yang berukuran mobil tersebut.

Merancang jalur rover bukanlah hal yang sederhana, bahkan bagi manusia. Setiap langkah perlu dipertimbangkan agar rover tidak tergelincir, terbalik, atau tersangkut.

Sejak mendarat, operator manusia menciptakan titik arah atau jejak roti dengan menggabungkan gambar dari satelit dan kamera pada rover.

Untuk memungkinkan Claude menyelesaikan tugas ini, NASA menyediakan data historis selama bertahun-tahun melalui Claude Code, agen pemrograman dari Anthropic. AI kemudian menggambar jalur secara terstruktur, membagi perjalanan menjadi bagian-bagian kecil, dan tim JPL melakukan pemeriksaan ulang setiap titik melalui simulasi untuk memastikan keamanannya sebelum dikirim ke rover.

Akibatnya, NASA hanya melakukan perubahan kecil, seperti menyesuaikan jalur berdasarkan gambar permukaan yang belum pernah dilihat Claude.

Berdasarkan informasi dari NASA yang dilansir oleh Engadget pada hari Rabu (4/2/2026), penggunaan Claude mampu mengurangi waktu perencanaan rute hingga separuhnya. Hal ini memungkinkan operator rover untuk melakukan lebih banyak perjalanan, mengumpulkan data ilmiah yang lebih banyak, serta menganalisisnya dengan lebih cepat. Dengan demikian, eksplorasi Mars menjadi lebih efisien dan efektif.

Meskipun AI sering dianggap memiliki dampak besar terhadap produktivitas, bagi NASA alat yang mempercepat pekerjaan para ilmuwan sangat bernilai. Selama musim panas, NASA kehilangan sekitar 4.000 karyawan akibat pemotongan anggaran, yaitu sekitar 20 persen dari jumlah tenaga kerja, dan menghadapi tantangan untuk kembali ke Bulan dengan jumlah staf yang lebih sedikit dibanding masa Apollo. Meski begitu, teknologi AI seperti Claude membantu institusi ini tetap menjaga tingkat produktivitasnya.

Kinerja yang dicapai oleh Anthropic juga sangat mengagumkan. Musim semi lalu, Claude belum mampu menyelesaikan permainan Pokémon Red di Game Boy, namun dalam waktu kurang dari setahun, AI ini telah mampu merancang jalur rover di planet lain. NASA menganggap AI otonom memiliki potensi untuk mendukung eksplorasi tata surya lebih jauh, membuka peluang besar bagi misi-misi masa depan.

Sejak mendarat pada tahun 2021, Perseverance telah mencapai berbagai pencapaian penting, termasuk mengirimkan rekaman suara pertama dari Mars. Kini, dengan bantuan kecerdasan buatan, rover ini dapat menjelajahi permukaan Mars dengan cara yang lebih cepat dan aman, sekaligus membantu para ilmuwan mengumpulkan data lebih banyak dan lebih efisien. (Nur Amalina)

Posting Komentar