Pabrik Baterai IBC-CATL Karawang Siap Beroperasi Juni

Table of Contents

Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, direncanakan akan beroperasi mulai Juni 2026. Perencanaan ini terjadi hanya setahun setelah upacara groundbreaking yang dilaksanakan pada 29 Juni 2025. CATIB adalah perusahaan patungan antara PT Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan besar baterai asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

“Awalnya rencananya beroperasi pada kuartal ketiga, yaitu September, tapi kami coba percepat menjadi bulan Juni 2026,” ujar Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (2/2).

Pabrik ini akan memproduksi battery cells, module, dan pack, sekaligus Battery Energy Storage System (BESS). Produk-produk ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia. Pada tahap awal, kapasitas produksi awal sebesar 6,9 GWh, yang akan meningkat menjadi 15 GWh pada tahap kedua.

Menurut Director of Corporate Public Affairs PT CATIB Bayu Hermawan, konstruksi dasar telah selesai. Saat ini, pabrik sedang memasuki tahap instalasi peralatan dan pembangunan fasilitas penunjang. Perusahaan juga tengah menyiapkan dokumen operasional, termasuk sertifikat layak operasi dan sertifikat layak fungsi untuk memproses izin usaha.

Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah memperoleh fasilitas keringanan pajak berupa tax holiday dari Kementerian Keuangan, khususnya untuk baterai kendaraan listrik. “Mudah-mudahan implementasi tax holiday bisa diperpanjang juga untuk implementasi BESS yang diproduksi dalam negeri,” ujar Bayu.

Sebagai informasi, CATIB didirikan oleh IBC bersama konsorsium CATL, Brunp, dan Lygend (CBL). Proyek baterai ini merupakan bagian hilir dari kerja sama IBC dan CATL yang dikenal sebagai Proyek Dragon.

Fase Pembangunan Pabrik

  • Tahap awal pembangunan pabrik telah selesai, termasuk konstruksi dasar.
  • Saat ini, pabrik memasuki tahap instalasi peralatan dan pembangunan fasilitas pendukung.
  • Dokumen operasional sedang disiapkan, termasuk sertifikat layak operasi dan sertifikat layak fungsi.

Tujuan dan Manfaat Proyek

  • Produksi baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (BESS).
  • Meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, dari 6,9 GWh menjadi 15 GWh.
  • Memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia.

Dukungan dan Regulasi

  • Proyek ini mendapatkan status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
  • Mendapatkan fasilitas keringanan pajak berupa tax holiday dari Kementerian Keuangan.
  • Diharapkan tax holiday dapat diperluas untuk produk BESS yang diproduksi dalam negeri.


Pabrik ini tidak hanya menjadi pusat produksi baterai, tetapi juga menjadi bagian penting dari visi nasional dalam mengembangkan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan. Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri lokal, serta mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Posting Komentar