Pendakian ke Kawah Ijen Ditutup Akibat Pendaki Tersesat

Penutupan Sementara Aktivitas Pendakian di TWA Kawah Ijen
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengumumkan penutupan sementara aktivitas pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Penutupan ini berlaku mulai Jumat, 20 Februari 2026, dan akan dibuka kembali pada Kamis, 26 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah seorang pengunjung tersesat di kawasan tersebut.
Menurut Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, penutupan sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung dan melakukan evaluasi terkait keamanan di area tersebut. "Maka dilakukan penutupan sementara kegiatan kunjungan wisata alam, penelitian, dan pendidikan di kawasan TWA Kawah Ijen pada Jumat, 20 Februari 2026, dan dibuka kembali pada Kamis, 26 Februari 2026," ujar Nur Patria dalam surat yang diterbitkan, Kamis, 19 Februari 2026.
Pendaki yang tersesat selama 30 jam sejak Rabu, 18 Februari 2026, akhirnya ditemukan pada Kamis sore kemarin, 19 Februari 2026. Meskipun sudah ditemukan, BBKSDA tetap memutuskan untuk menutup aktivitas pendakian. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kejadian serupa.
Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember Purwantono menjelaskan bahwa penutupan ini juga bertujuan untuk evaluasi. "Sekaligus untuk evaluasi," kata Purwantono, Jumat. Ia menekankan pentingnya mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku serta memastikan kondisi kesehatan pendaki sebelum melakukan pendakian.
Purwantono memberikan beberapa imbauan kepada para pendaki. Pertama, ia meminta agar setiap anggota rombongan tetap bersama dengan rombongan saat melakukan pendakian. "Jangan sampai terpisah dan saling mengetahui satu sama lain. Jangan saling meninggalkan. Selalu bersama dengan jumlah yang lengkap saat berangkat dan saat pulang," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar pendaki memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan sehat dan fit sebelum melakukan pendakian. "Pastikan kondisinya sehat dan fit," katanya.
Peristiwa Tersesatnya Seorang Remaja di Kawah Ijen
Seperti yang telah diketahui, seorang remaja asal Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Dzikri Maulana, 16 tahun, tersesat selama kurang lebih 30 jam di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen sejak Rabu, 18 Februari 2026. Warga asal Dusun Ampelgading, RT 01 RW 01 Desa Tamansari, Kecamatan Licin, itu akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas, Kamis sekitar pukul 16.15 WIB.
"Korban ditemukan dalam kondisi lemas di area sunrise point," kata Purwantono, Jumat pagi. Dia mengatakan korban langsung dievakuasi ke Pos Paltuding saat itu juga untuk dibawa ke Puskesmas Licin. "Guna penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk lebih waspada dan mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan kawasan TWA Kawah Ijen.
Dengan penutupan sementara ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran para pendaki akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.
Posting Komentar