Perempuan Wirausaha Terpacu Kuasai Teknologi Digital

BANJARNEGARA – BRI Research Institute bekerja sama dengan Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro melalui penguatan kapasitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital.
Peluncuran DEWY 3.0 merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan digital yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa daerah. Pada fase sebelumnya di Jawa Barat dan Lampung, program ini berhasil menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro, membentuk 100 mentor terlatih, serta menghadirkan tujuh Digital Corner yang bertujuan untuk mendukung peningkatan penjualan dan penggunaan teknologi digital.
Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian, menjelaskan bahwa program pemberdayaan juga diperluas melalui replikasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Wilayah yang masuk dalam cakupan program ini mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru.
Kegiatan tersebut fokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan peran mentor lokal, serta pengembangan platform pembelajaran digital. Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka.
Pada tahap terbaru, DEWY 3.0 dilaksanakan di wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Program ini tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas melalui pengembangan mentor lokal. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai agen perubahan di komunitasnya.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha perempuan. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital.
Atif menjelaskan bahwa program menghadirkan berbagai sesi pelatihan yang menitikberatkan pada pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pencatatan keuangan digital, sistem point of sales, serta optimalisasi platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Selain pelatihan bisnis, peserta juga mengikuti sesi peningkatan kesadaran mengenai pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual atau sexual exploitation, abuse and harassment (SEAH). Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang perlindungan perempuan dalam aktivitas sosial maupun ekonomi.
Seluruh peserta juga menjalani pemetaan usaha melalui platform digital untuk melakukan self-assessment tingkat kesiapan digital usaha. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan peserta yang mengikuti tahap pelatihan intensif.
Program ini juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi komunitas yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal. Melalui DEWY 3.0, perempuan pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Posting Komentar