Pertamina NRE resmi kuasai 20% saham Citicore Filipina

Table of Contents

Perluasan Pasar EBT dengan Kepemilikan Saham di Filipina

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) telah resmi menjadi salah satu pemegang saham utama dalam perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina, yaitu Citicore Renewable Energy (CREC). Kepemilikan saham ini telah tercatat di Philippine Stock Exchange (PSE) pada 14 Januari 2026. Sebelumnya, Pertamina NRE telah menyelesaikan akuisisi sebesar 20% saham CREC pada Juni 2025 dengan nilai investasi sekitar US$120 juta atau sekitar Rp2,01 triliun (berdasarkan asumsi kurs US$16.790 per dolar AS). Investasi ini dilakukan melalui penandatanganan share subscription agreement di Jakarta.

Strategi Jangka Panjang Pertamina NRE

Menurut Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE Rika Gresia Wahyudi, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kapasitas terpasang EBT. Dengan menjadi pemegang saham di emiten EBT terkemuka di Filipina, Pertamina NRE bangga dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor EBT tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.

"Investasi ini menegaskan komitmen kami untuk memperkuat kolaborasi regional dan mendorong percepatan transisi energi di Asean," ujar Rika melalui keterangan resmi.

Melalui inisiatif strategis ini, Pertamina NRE secara konsisten memperkuat perannya sebagai perusahaan energi baru dan terbarukan yang siap mendukung program pemerintah dalam percepatan transisi energi nasional. Menurut Rika, langkah ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina NRE dalam memperkuat portofolio bisnis energi terbarukan, khususnya di pasar regional Asia Tenggara.

Kerja Sama dengan CREC

CEO & President CREC Oliver Y. Tan menyatakan bahwa kemitraan dengan Pertamina NRE menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi keahlian dan pengalaman di sektor energi terbarukan. Ia percaya bahwa melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CREC dapat secara bersama memajukan tujuan transisi energi Filipina dan Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan di seluruh kawasan Asean melalui energi terbarukan.

"Kami berharap kemitraan strategis ini dapat mendorong sinergi yang lebih luas antara Pertamina NRE dan CREC. Artinya, kerja sama itu bukan hanya memberikan nilai tambah kepada Pertamina NRE, namun juga dapat berkolaborasi dalam menggarap proyek-proyek EBT di Indonesia dan Asia Tenggara," tambahnya.

Portofolio Proyek CREC

Sebagai perusahaan energi terbarukan terkemuka di Filipina, CREC memiliki portofolio proyek tenaga surya yang berkembang pesat dengan gross installed capacity sebesar 596 megawatt peak (MWp) per Desember 2025. Perusahaan tersebut juga menargetkan kapasitas terpasang mencapai 5 gigawatt (GW) pada 2029 dan akan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan serta mengurangi emisi karbon.

Dengan adanya kepemilikan saham oleh Pertamina NRE, CREC memiliki peluang besar untuk memperluas cakupan proyek EBT di Asia Tenggara. Hal ini akan memperkuat posisi kedua perusahaan dalam industri energi terbarukan dan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meski ada tantangan dalam pengembangan proyek EBT, seperti regulasi yang berbeda di setiap negara dan keterbatasan infrastruktur, Pertamina NRE dan CREC memiliki potensi besar untuk saling melengkapi. Dengan pengalaman dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, mereka dapat menciptakan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan global.

Selain itu, kerja sama ini juga bisa menjadi contoh sukses dalam kolaborasi lintas batas, yang bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di kawasan Asia Tenggara. Dengan fokus pada keberlanjutan dan inovasi, Pertamina NRE dan CREC dapat menjadi motor penggerak utama dalam transisi energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Posting Komentar