Pertamina NRE resmi miliki 20% saham CREC di Bursa Filipina

Pertamina NRE Resmi Jadi Pemegang Saham di Perusahaan EBT Filipina
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjadi pemegang saham di emiten perusahaan energi terbarukan (EBT) Filipina, Citicore Renewable Energy (CREC). Kepemilikan saham Pertamina NRE pada CREC telah tercatat di Philippine Stock Exchange (PSE) pada Selasa, 13 Januari 2026. Langkah ini menandai peningkatan keterlibatan Pertamina NRE dalam bisnis energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.
Investasi sebesar USD 120 juta dilakukan oleh Pertamina NRE melalui penandatanganan Share Subscription Agreement di Jakarta pada 25 Juni 2025. Dengan akuisisi 20% saham CREC, perusahaan berharap dapat memperkuat posisinya dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya di pasar regional Asia Tenggara.
Sinergi dan Keahlian di Sektor Energi Terbarukan
Oliver Y. Tan, CEO & President CREC, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pertamina NRE adalah langkah strategis untuk memperkuat sinergi keahlian dan pengalaman di sektor energi terbarukan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama antara Pertamina NRE dan CREC akan mendukung tujuan transisi energi Filipina dan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan di seluruh kawasan ASEAN melalui energi terbarukan.
CREC, sebagai perusahaan energi terbarukan terkemuka di Filipina, memiliki portofolio proyek tenaga surya yang berkembang pesat. Sampai bulan Desember 2025, kapasitas terpasangnya mencapai 596 MWp. Proyek ini memiliki target kapasitas terpasang hingga 5 GW pada tahun 2029. Dengan demikian, CREC diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan serta mengurangi emisi karbon.
Kolaborasi dalam Pengembangan EBT
Kemitraan strategis ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah kepada Pertamina NRE, tetapi juga dapat berkolaborasi dalam menggarap proyek-proyek EBT di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan adanya kolaborasi ini, Pertamina NRE dan CREC dapat meningkatkan keahlian teknis serta transfer teknologi antar kedua pihak.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kapasitas terpasang EBT. Ia menjelaskan bahwa dengan menjadi pemegang saham di emiten EBT terkemuka di Filipina, Pertamina NRE dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor EBT tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
Investasi ini juga menegaskan komitmen Pertamina NRE untuk memperkuat kolaborasi regional dan mendorong percepatan transisi energi di ASEAN. Dengan keterlibatan dalam proyek EBT di Filipina, Pertamina NRE berharap dapat memperluas cakupan investasi dan memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.
Target Jangka Panjang dan Kontribusi Lingkungan
Dalam rangka mencapai target kapasitas terpasang hingga 5 GW pada 2029, CREC akan terus mengembangkan proyek tenaga surya dan sumber energi terbarukan lainnya. Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Selain itu, keterlibatan Pertamina NRE dalam proyek EBT Filipina juga membuka peluang bagi kolaborasi lintas batas, baik dalam hal teknologi, investasi, maupun pengembangan sumber daya manusia. Dengan adanya kemitraan ini, kedua belah pihak berharap dapat menciptakan model kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Kesimpulan
Pertamina NRE dan CREC memiliki visi yang sama dalam mengembangkan sektor energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Melalui investasi dan kolaborasi, keduanya berkomitmen untuk mendorong transisi energi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan capaian awal yang positif, kedua perusahaan diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan ini.
Posting Komentar