Realitas 5G Indonesia: Jaringan Tidak Stabil, Beralih ke 4G Tiba-Tiba

Table of Contents

Masalah Stabilitas Jaringan 5G di Indonesia

Pengguna jaringan 5G di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan terkait stabilitas dan konsistensi layanan. Banyak pengguna mengeluhkan bahwa jaringan 5G sering kali tidak stabil, sehingga terkadang mereka terhubung ke teknologi baru tersebut, namun secara tiba-tiba beralih ke jaringan 4G.

Pengalaman Pengguna yang Beragam

Salah satu pengguna layanan 5G yang tinggal di Tangerang, Dhinkis (22), mengakui adanya perbedaan signifikan dalam kecepatan antara jaringan 4G dan 5G. Menurutnya, perbedaan ini paling terasa saat melakukan aktivitas yang membutuhkan latensi rendah, seperti bermain gim daring. Stabilitas ping menjadi indikator utama kepuasan pengguna di segmen ini.

"Kalau tidak pakai 5G, ping saat main gim bisa langsung naik ke angka 160 hingga 299 ms," ujar Dhinkis kepada Bisnis, dikutip Senin (16/2/2026).

Meskipun menawarkan kecepatan tinggi, Dhinkis menyebutkan bahwa masalah stabilitas tetap menjadi kendala utama. Ia mengeluhkan seringnya terjadi perpindahan jaringan yang kasar dari 5G ke 4G, hal ini justru memutus koneksi sesaat dan mengganggu kenyamanan.

Pemilihan Jaringan Berdasarkan Kebutuhan

Kondisi tersebut membuat Dhinkis lebih memilih menggunakan koneksi 4G saat berada di luar. Jangkauan yang belum merata membuatnya lebih memilih bertahan di jaringan 4G untuk saat ini.

"Hanya dipakai buat streaming lagu di Spotify. Itu pun 5G tidak merata di Jabodetabek, jadi kalau di luar ruangan lebih sering dapat 4G+," tambahnya.

Selain itu, dia juga menilai biaya paket data dan harga perangkat 5G saat ini belum sebanding dengan cakupan area yang belum merata.

Ekspansi Infrastruktur 5G

Sebelumnya, persaingan penggelaran jaringan 5G berjalan lebih agresif pada 2025 dibandingkan dengan 2024. PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan lompatan penggelaran 5G yang signifikan, bahkan melampaui PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Sementara itu, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mengklaim telah menyelimuti 33 kota dengan jaringan 5G. Rencananya, pada tahun ini perusahaan akan menggelar 5G di 88 kota.

Data Perkembangan Jaringan 5G

Berdasarkan laporan info memo, dikutip Selasa (17/2/2026), PT Indosat Tbk. (ISAT) mengoperasikan 6.872 unit Base Transceiver Station (BTS) 5G sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat tajam dari 2024 yang hanya tercatat 107 unit BTS 5G. Selain 5G, Indosat juga memperkuat jaringan 4G dengan menambah sekitar 18.000 BTS baru sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, Telkomsel juga mencatatkan lonjakan signifikan BTS 5G dari sekitar 975 BTS 5G pada akhir 2024 menjadi 5.300 BTS 5G pada akhir 2025.

Adapun XLSMART bakal menghadirkan jaringan XL Ultra 5G+ di 88 kota pada tahun ini. XLSMART ingin masyarakat merasakan layanan 5G yang sesungguhnya.

Posting Komentar