Semeru Meletus Tujuh Kali Pagi Ini

ERUPSI beruntun Gunung Semerudilaporkan terjadi setelah subuh hingga pagi ini, Rabu, 4 Februari 2026.Erupsiterus-menerus hingga tujuh kali pertama dilaporkan terjadi pada pukul 04.58 WIB hingga pukul 08.02 WIB.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang melaporkan ketinggian kolom letusan yang terlihat sekitar 300 meter hingga 800 meter di atas puncak. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah timur laut. Letusan tercatat dalam seismograf dengan amplitudo tertinggi 22 mm dan durasi hingga 138 detik.
Sementara laporan gempa selama periode pengamatan mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB mencatat sebanyak 20 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 mm dan durasi gempa antara 72 hingga 152 detik. Selain itu, terdapat 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 5 mm dan durasi 76 detik.
Gempa embusan tercatat sebanyak 7 kali dengan amplitudo berkisar antara 3 hingga 7 mm, serta durasi gempa antara 40 hingga 101 detik. Selain itu, terdapat 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 hingga 30 mm, selisih S-P antara 13 hingga 41 detik, dan durasi gempa mencapai 33 hingga 147 detik.
" Tingkat aktivitas tetap berada pada tingkat waspada," ujar Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geolog (PVMBG) Departemen Geologi Edi Slameto, dalam laporan tertulis, Rabu pagi, 4 Februari 2026.
Pada tingkat aktivitas Level III, PVMBG memberikan rekomendasi antara lain menghindari segala kegiatan di wilayah sebelah timur sepanjang alur Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau titik letusan.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan kegiatan di area 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu, warga diminta untuk menghindari aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rentan terhadap ancaman lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan awan panas, guguran batuan cair, dan aliran material vulkanik di sepanjang aliran sungai/lembah yang bermuara di puncak Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta risiko aliran material pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.
Posting Komentar