Ternyata Aki Mobil Listrik Berbeda dengan Aki Mobil Konvensional

smelectronic
Banyak orang mengira aki mobil listrik sama seperti aki mobil konvensional yang menggunakan mesin bensin atau diesel. Padahal, secara fungsi dan kebutuhan kinerjanya, aki pada mobil listrik memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini muncul karena sistem penggerak mobil listrik tidak lagi bergantung pada mesin pembakaran.
Menurut Gede Oka Yunihartawan, Direktur Operasional PT Trimitra Baterai Prakasa, aki pada mobil ICE (internal combustion engine) memiliki tiga fungsi utama.

“Fungsi pertama dari sisi fungsional untuk mobil ICE itu ada tiga, sehingga aki yang kita kenal sekarang disebut SLI atau Starting, Lighting, Ignition,” jelas Gede Oka.
Ia menjelaskan bahwa fungsi starting digunakan untuk menghidupkan mesin, sedangkan lighting dan ignition berperan dalam menjaga sistem kelistrikan dan pengapian.

Pada mobil listrik, fungsi tersebut tidak lagi sepenuhnya dibutuhkan.
“Sedangkan mobil listrik tidak memiliki motor starter, jadi fungsi starting ini tidak diperlukan lagi. Selain itu, tidak ada sistem pengapian,” ujarnya.
Aki 12 volt pada mobil listrik lebih difokuskan untuk menyuplai daya ke lampu, instrumen, dan sistem elektronik pendukung.
Perbedaan fungsi ini otomatis memengaruhi kebutuhan kinerja aki yang digunakan.
“Oleh karena itu persyaratan kinerja aki-nya menjadi berbeda, karena fungsi juga berbeda,” kata Gede Oka.
Ia menambahkan bahwa mobil ICE membutuhkan aki dengan daya starter tinggi, sedangkan mobil listrik lebih menitikberatkan pada stabilitas tegangan dan daya tahan.
Dengan beban kerja yang lebih ringan, aki 12 volt pada mobil listrik umumnya memiliki usia pakai yang lebih panjang dibandingkan aki pada mobil ICE.
Perbedaan Fungsi Aki pada Mobil Listrik dan Konvensional
Berikut adalah perbedaan utama antara fungsi aki pada mobil listrik dan mobil konvensional:
- Mobil ICE (Internal Combustion Engine):
Aki pada mobil konvensional memiliki tiga fungsi utama, yaitu: - Starting: Digunakan untuk menghidupkan mesin melalui motor starter.
- Lighting: Menyediakan daya untuk sistem penerangan mobil.
-
Ignition: Memastikan sistem pengapian berjalan dengan baik.
-
Mobil Listrik:
Aki pada mobil listrik tidak memerlukan fungsi starting dan ignition karena tidak ada mesin pembakaran. - Fungsi utamanya adalah menyuplai daya untuk lampu, instrumen, dan komponen elektronik lainnya.
Kebutuhan Kinerja Aki yang Berbeda
Karena perbedaan fungsi, kebutuhan kinerja aki pada kedua jenis mobil juga berbeda:
-
Mobil ICE:
Membutuhkan aki dengan daya starter tinggi agar mampu menghidupkan mesin secara efisien.
Aki biasanya memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menangani beban kerja yang lebih berat. -
Mobil Listrik:
Lebih menekankan pada stabilitas tegangan dan daya tahan.
Aki 12 volt pada mobil listrik dirancang untuk bekerja dengan beban yang lebih ringan, sehingga umumnya memiliki masa pakai yang lebih lama.
Keuntungan Aki pada Mobil Listrik
Beberapa keuntungan yang dimiliki aki pada mobil listrik dibandingkan mobil konvensional antara lain:
-
Usia Pakai Lebih Panjang:
Karena beban kerja lebih ringan, aki pada mobil listrik cenderung lebih tahan lama. -
Stabilitas Tegangan yang Lebih Baik:
Aki mobil listrik dirancang untuk memberikan pasokan listrik yang stabil, terutama untuk komponen elektronik sensitif. -
Pemeliharaan yang Lebih Sederhana:
Tidak adanya sistem pengapian dan motor starter membuat pemeliharaan aki lebih mudah.
Dengan semakin berkembangnya teknologi mobil listrik, penting bagi pengguna untuk memahami perbedaan fungsi dan kebutuhan aki antara mobil listrik dan mobil konvensional. Hal ini akan membantu dalam memilih aki yang sesuai dan memperpanjang usia pakai aki tersebut.
Posting Komentar