Antisipasi Sinkhole, PLN Perkuat Jaringan Bireuen-Takengon

Penanganan Cepat PLN Pasca-Longsoran di Aceh Tengah
Sebuah longsoran berupa sinkhole terjadi di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah. Peristiwa ini menimbulkan potensi gangguan pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Bireuen–Takengon yang menjadi penghubung utama pasokan listrik antara Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Untuk mengamankan sistem kelistrikan, PT PLN (Persero) segera mengerahkan tim transmisi pada hari Sabtu (31/1). Langkah yang dilakukan adalah relokasi jalur transmisi dari area yang terancam ke lokasi yang lebih aman. Sebelumnya, jaringan tersebut berjarak sekitar 25 meter dari titik longsoran. Setelah dilakukan relokasi, kondisi sistem kelistrikan kembali dalam status aman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan urat nadi kelistrikan nasional, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan kerawanan bencana alam.
“Sebagai langkah mitigasi risiko, PLN melakukan pengamanan jaringan transmisi melalui relokasi jalur ke titik yang lebih aman guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” ujarnya.
Proses relokasi dilakukan dengan menggunakan emergency tower dan berlangsung cepat selama sekitar 3,5 jam. Pemadaman sementara dilakukan secara terukur untuk memastikan keselamatan pekerjaan dan masyarakat. Setelah proses relokasi selesai, pasokan listrik kembali aman dan andal.
PLN juga menyampaikan apresiasi atas dukungan stakeholder dan pengertian masyarakat selama proses pengamanan berlangsung.
“Pekerjaan ini tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi dengan para stakeholder, untuk itu kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri, dan terima kasih atas dukungan serta pengertian masyarakat selama proses pengamanan berlangsung,” tambahnya.
Prioritas Utama PLN: Keandalan Sistem Kelistrikan
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama PLN.
“PLN tidak menunggu risiko berkembang menjadi gangguan. Begitu terdeteksi potensi bahaya akibat longsor, kami langsung bergerak di lapangan. Pembangunan dua tower darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap andal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.
Amiruddin menambahkan bahwa PLN terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan aman dan lancar.
“Di balik setiap pekerjaan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap bergerak. PLN akan terus berada di garda terdepan dalam memastikan pasokan listrik tetap menyala,” pungkasnya.
Proses Relokasi Jalur Transmisi
Berikut adalah tahapan yang dilakukan oleh PLN dalam proses relokasi jalur transmisi:
- Tim transmisi segera dikerahkan setelah mendeteksi adanya potensi bahaya akibat longsoran.
- Jalur transmisi dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dengan jarak sekitar 25 meter dari titik longsoran.
- Penggunaan emergency tower digunakan untuk mempercepat proses relokasi.
- Pemadaman sementara dilakukan secara terukur untuk memastikan keselamatan pekerjaan dan masyarakat.
Kolaborasi dengan Stakeholder
Kolaborasi dengan stakeholder sangat penting dalam proses pengamanan sistem kelistrikan. Berikut adalah pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini:
- Pemerintah Daerah
- TNI
- Polri
- Masyarakat setempat
PLN menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan pengertian selama proses pengamanan berlangsung.
Posting Komentar