Celios: Pemerintah Perlu Tambah Diskon Listrik di Kuartal I-2026

Table of Contents


smelectronic.CO.ID – JAKARTA.

Tantangan Ekonomi yang Semakin Kompleks

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah untuk menambah insentif berupa diskon tarif listrik pada Kuartal I-2026 guna memperkuat daya beli masyarakat di momentum Ramadan dan Lebaran. Menurutnya, stimulus ekonomi sebesar Rp 12 triliun yang digelontorkan pemerintah pada periode tersebut belum cukup kuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga secara signifikan.

Bhima menilai bahwa besaran stimulus tersebut terlalu kecil untuk menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan inflasi pangan secara tahunan, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta pemangkasan anggaran di daerah.

“Stimulus untuk mendorong daya beli pada momentum musiman Ramadan dan Lebaran terlalu kecil. Padahal tantangannya makin kompleks dari sisi inflasi pangan yang naik secara tahunan, sempitnya lapangan pekerjaan, dan pemangkasan anggaran daerah,” ujar Bhima kepada smelectronic, Selasa (3/2/2026).

Dampak Stimulus yang Tidak Cukup Kuat

Ia mengingatkan bahwa jika stimulus tidak diperkuat, kelompok masyarakat menengah ke bawah berpotensi memfokuskan belanja hanya pada kebutuhan pangan. Kondisi ini berisiko menekan belanja sektor lain seperti transportasi dan rekreasi yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Kondisi ini bisa menahan perputaran ekonomi, terutama pada sektor transportasi dan leisure yang biasanya meningkat menjelang Lebaran,” kata Bhima.

Menurut analisis Celios, dengan stimulus yang relatif terbatas, pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2026 hanya akan berada di kisaran 4,8% hingga 4,9%. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan potensi pertumbuhan apabila dorongan fiskal diberikan secara lebih agresif dan tepat sasaran.

Rekomendasi Insentif yang Lebih Efektif

Untuk itu, Celios merekomendasikan agar pemerintah menambah insentif yang dampaknya lebih langsung dirasakan masyarakat, salah satunya melalui diskon tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 volt ampere (VA) ke bawah selama periode Ramadan dan Lebaran.

“Diskon tarif listrik sebesar 30% untuk golongan 1.300 VA ke bawah akan lebih efektif menjaga daya beli masyarakat pada Kuartal I,” pungkas Bhima.

Pemahaman Terhadap Perilaku Konsumen

Bhima menekankan pentingnya memahami perilaku konsumen dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti. Dengan peningkatan harga bahan pokok dan tekanan terhadap pengeluaran, masyarakat cenderung mengurangi pengeluaran non-esensial. Oleh karena itu, insentif yang diberikan harus bersifat langsung dan memberikan manfaat nyata.

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Penyesuaian tarif listrik yang lebih murah untuk kelompok masyarakat rentan
  • Peningkatan subsidi untuk kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng
  • Pemberian bantuan sosial tambahan yang berbasis data penduduk miskin

Dengan demikian, pemerintah dapat membantu masyarakat menengah ke bawah tetap memiliki daya beli yang cukup, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Posting Komentar