Haflah Takhrij Dayah SIDIQ Aceh Besar, Kakanwil Kemenag Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

Table of Contents
Haflah Takhrij Dayah SIDIQ Aceh Besar, Kakanwil Kemenag Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, hadir dalam acara Haflah Takhrij Alumni ke-4 Dayah Sinar Desa Insan Qurani (SIDIQ) yang diselenggarakan di Leupung, Kabupaten Aceh Besar, pada Selasa (16/6/2026). Acara ini menjadi momen penting bagi para alumni yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di dayah tersebut.

Dalam sambutannya, Azhari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan santri hingga berhasil menyelesaikan masa belajar mereka. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan menghafal dan memahami ilmu agama, tetapi juga dari akhlak, karakter, integritas, serta kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.

“Santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus sumber inspirasi untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya di hadapan para wisudawan, dewan guru, wali santri, dan tamu undangan.

Ia juga mengingatkan para alumni agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan di dayah. Menurutnya, tradisi keilmuan dalam Islam mengajarkan pentingnya belajar sepanjang hayat sebagai upaya meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Kelulusan hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, dan jadilah teladan di tengah masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, Azhari menegaskan bahwa Aceh membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Pada kesempatan yang sama, ia mengajak para santri untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat persatuan, serta menjadi agen perdamaian dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang semakin dinamis.

“Santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keharmonisan sosial,” katanya. “Karena itu, jadilah pribadi yang mampu menghadirkan solusi, menebarkan kebaikan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Harapan Pimpinan Dayah SIDIQ

Sementara itu, Pimpinan Dayah SIDIQ, Ust. Muzakkir Zulkifli, S.Ag., berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus membawa nama baik almamater melalui berbagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat. Menurutnya, para alumni merupakan aset umat yang diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di dayah serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi haflah takhrij hingga penampilan santri. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Yayasan, pimpinan dayah, dewan guru, wali santri, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.



Posting Komentar