Kalemdiklat Polri: Teknologi Jadi Tantangan Nyata Perwira STIK

Table of Contents
Kalemdiklat Polri: Teknologi Jadi Tantangan Nyata Perwira STIK

Kepala Lemdiklat Polri Beri Pesan Khusus untuk Lulusan STIK

Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Panca Putra Simanjuntak memberikan pesan penting kepada para perwira lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Ia menekankan bahwa para lulusan akan menghadapi tantangan baru dalam menjalankan tugas kepolisian, terutama akibat disrupsi teknologi.

Pernyataan ini disampaikan setelah menghadiri Dies Natalis ke-80 STIK Lemdiklat Polri, penutupan pendidikan, dan wisuda Program Sarjana, Magister, serta Doktoral di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/6/2026).

Menurut Panca, para lulusan yang diwisuda akan langsung diterjunkan ke lapangan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Ia menyebutkan bahwa disrupsi teknologi saat ini tidak hanya membawa dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

"Disrupsi teknologi yang sekarang ada, ini telah membawa tidak hanya positif untuk masyarakat tetapi akan berdampak negatif apabila tidak kita teliti dengan baik termasuk misalnya bagaimana informasi itu tidak terkurasi," ucap Komjen Panca.

Kondisi tersebut berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik. Ia menambahkan bahwa tugas kepolisian saat ini tidak hanya dilakukan di ruang fisik, tetapi juga telah meluas ke ruang digital. Karena itu, Polri akan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan guna menjawab perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Tantangan Baru di Dunia Digital

"Sekarang tugas polisi tidak hanya ada di lapangan atau dalam ruangan, tetapi juga sudah tersebar di dunia maya ini menjadi tantangan yang harus dihadapi para perwira," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa para perwira-perwira ini yang sudah selesai pendidikan akan berhadapan dengan kondisi di lapangan ketika rasa sosial masyarakat itu semakin menipis, dan persatuan masyarakat semakin menipis, dan pada akhirnya dapat menimbulkan konflik sosial yang ada di masyarakat. Itu tantangan yang paling nyata.

Sementara itu, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof Hermawan Sulistyo menuturkan bahwa STIK Lemdiklat Polri mewisuda sebanyak 289 peserta didik yang terdiri dari Program Sarjana Ilmu Kepolisian, Magister Ilmu Kepolisian, dan Program Doktoral.

Peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Polri diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang lebih profesional, berintegritas, dan memiliki empati terhadap masyarakat. Bertambahnya jumlah perwira Polri yang menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral menjadi momentum perbaikan institusi ke depan.

"Makin tinggi pendidikan yang dimiliki, makin besar pula harapan agar anggota Polri memiliki empati dan memahami kebutuhan publik," ujar Hermawan.

Posting Komentar