PLN Umumkan Proyek PLTS 1,22 GW, Jadwal Tender dan Target Proyeknya

Table of Contents

Proyek PLTS Mentari Nusantara I Diluncurkan oleh PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diberi nama Mentari Nusantara I. Proyek ini memiliki total kapasitas sebesar 1,225 gigawatt (GW), atau setara dengan 1.225 Megawatt (MW). Proyek ini merupakan bagian dari skema pengadaan terintegrasi yang dikenal dengan "Giga One".

Executive Vice President Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto menjelaskan bahwa skema Giga One adalah pendekatan inovatif dalam pengadaan proyek PLTS. Skema ini menggabungkan beberapa proyek dalam satu pengadaan, dengan total 22 lokasi proyek. Pendekatan ini berbeda dari tender konvensional yang biasanya dilakukan per proyek.

Dalam skema Giga One, proyek dikonsolidasikan dan dibagi dalam beberapa paket (bundling) berdasarkan lokasi atau karakteristik sub-sistem. Tujuan dari skema ini adalah untuk memberikan return on investment (ROI) yang lebih menarik dan kompetitif bagi investor. Selain itu, skema ini juga memberikan fleksibilitas lebih bagi peserta tender, yang dapat mengajukan penawaran untuk lebih dari satu paket dengan batas kapasitas tertentu.

Tender untuk proyek PLTS Mentari Nusantara I resmi dimulai pada 30 April 2026, dengan batas akhir penyampaian proposal pada 15 Juni 2026. Proyek ini ditargetkan selesai paling lambat pada akhir 2026. Dengan menggunakan skema Independent Power Producer (IPP), pembangunan fisik diperkirakan dapat dimulai setelah financial close, yaitu sekitar pertengahan 2027.

Gregorius menjelaskan bahwa tender ini terbuka bagi seluruh perusahaan IPP yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) PLTS PLN, baik dari dalam maupun luar negeri. Proyek PLTS Mentari Nusantara I merupakan tahap awal dari Program 100 GW yang dicanangkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini berbeda dengan program dedieselisasi yang berfokus pada penggantian pembangkit diesel eksisting, namun keduanya memiliki semangat yang sama, yakni mempercepat pemanfaatan energi bersih guna mendukung transisi ke energi rendah emisi. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat manufaktur energi nasional.

Secara kapasitas, PLTS Mentari Nusantara I sebesar 1,225 GW ini akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Wilayah proyek ini meliputi Sumatra dengan kapasitas 35 MW, Kalimantan (340 MW), Jawa (600 MW), Sulawesi (50 MW), Nusa Tenggara Barat (80 MW), serta Maluku dan Papua (120 MW). Seluruh proyek ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2029.

Respons dari Pelaku Industri

Pelaku usaha yang bergerak di sektor ketenagalistrikan dan industri surya menyambut proyek PLTS jumbo dari PLN ini. Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Eka Satria memandang peluncuran PLTS Mentari Nusantara I melalui skema Giga One sebagai langkah konkret untuk mempercepat transisi energi.

Dengan total kapasitas 1,225 GW, Eka menilai skala proyek ini signifikan karena dapat menjadi benchmark baru pengadaan PLTS skala besar di Indonesia. Proyek ini berpotensi menarik minat dari investor maupun produsen listrik swasta atau IPP.

APLSI berharap proyek ini dapat menjadi contoh pengadaan yang transparan, kompetitif, dan bankable, sehingga mampu menarik partisipasi IPP nasional maupun internasional. Dengan desain yang tepat, PLTS Mentari Nusantara I tidak hanya menambah kapasitas EBT (Energi Baru dan Terbarukan), tetapi juga mendorong industri dalam negeri dan memperkuat kepercayaan investor terhadap sektor kelistrikan Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari berharap skema proyek Giga One ini bisa menjadi contoh proses pengadaan yang dapat mengakselerasi program 100 GW. Menurut Mada, proyek PLTS ini akan menarik minat investor untuk ikut berpartisipasi.

Head of Industrial & Transport Decarbonization Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho melihat tender proyek PLTS skala jumbo melalui skema Giga One ini bisa menjadi tonggak transformasi transisi listrik berbasis EBT. Menurut Andry, PLN maupun pemerintah perlu memetik pelajaran dari proyek-proyek PLTS sebelumnya agar proyek PLTS Mentari Nusantara I bisa berjalan sesuai target.

Andry menilai, perlu ada dukungan terhadap pelaku industri dalam negeri yang ingin berpartisipasi dalam proyek PLTS Mentari Nusantara I, khususnya untuk pengembangan ekosistem industri surya nasional. Jika tidak ada dukungan atau proteksi dari pemerintah, Andry khawatir produsen panel surya lokal akan tertekan oleh gempuran produk impor, terutama yang berasal dari China.

Posting Komentar