Dukung Turunkan Stunting, UTU Hadirkan Teknologi Deteksi Dini di Aceh Barat

Table of Contents
Dukung Turunkan Stunting, UTU Hadirkan Teknologi Deteksi Dini di Aceh Barat

Inovasi Teknologi untuk Pencegahan Stunting di Aceh Barat

Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan inisiatifnya dalam menghadapi tantangan stunting di Kabupaten Aceh Barat. Kali ini, UTU meluncurkan Dashboard Gizi Versi 2.0 dan Sistem Early Warning Gizi (EWS) 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Inovasi ini diharapkan menjadi solusi berbasis teknologi dan data untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Peluncuran inovasi tersebut dilakukan dalam rangka Gerakan Aceh Barat Tanggap Risiko Stunting yang diselenggarakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Aceh Barat, Rabu (17/6/2026). Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH.

Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar dalam menghadirkan inovasi berbasis penelitian. Menurutnya, pendekatan yang tidak hanya fokus pada penanganan ketika masalah sudah terjadi, tetapi juga mengedepankan deteksi dini, pemanfaatan data, dan kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mengatasi stunting.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik dan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh Universitas Teuku Umar melalui Dashboard Gizi dan Sistem Early Warning Gizi 1.000 HPK. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung program pembangunan daerah," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah gampong, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Pengembangan Sistem Berbasis Penelitian

Ketua Tim Peneliti Universitas Teuku Umar, Teungku Nih Farisni, SKM, MKes, menjelaskan bahwa pengembangan sistem tersebut merupakan bagian dari hilirisasi penelitian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Pada 2025, tim peneliti UTU telah mengembangkan Dashboard Gizi Versi 1.0 dan model tata kelola pencegahan stunting berbasis gampong. Inovasi tersebut kemudian disempurnakan pada tahun 2026 menjadi Dashboard Gizi Versi 2.0 yang terintegrasi dengan Sistem Early Warning Gizi 1.000 HPK.

"Melalui sistem ini, kita ingin mengubah paradigma pencegahan stunting dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi lebih prediktif. Risiko dapat diidentifikasi lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan," kata Farisni.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu hamil, bayi, dan anak usia di bawah dua tahun secara lebih cepat dan terintegrasi. Melalui pemanfaatan data, sistem mampu mengidentifikasi faktor risiko seperti Kekurangan Energi Kronik (KEK), wasting, dan stunting sehingga penanganan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Kegiatan Peluncuran Sistem

Selain peluncuran sistem, kegiatan juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, demonstrasi penggunaan aplikasi, pemeriksaan kesehatan sasaran, diskusi lintas sektor, serta deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama implementasi Sistem Early Warning Gizi 1000 HPK oleh berbagai pemangku kepentingan di Aceh Barat.

Melalui inovasi tersebut, Universitas Teuku Umar berharap sistem deteksi dini berbasis teknologi dan data dapat menjadi instrumen strategis dalam mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Barat.


Posting Komentar