Seminar Internasional FTIK UIN Walisongo: Etika Digital dan Pendidikan Islam

Seminar Internasional FTIK UIN Walisongo Semarang: Etika Digital dan Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar seminar internasional dengan tema “Digital Ethics and Islamic Education: Shaping Responsible Generations in the Era of Artificial Intelligence” pada Kamis (18/6/2026). Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, secara hybrid—menggabungkan kehadiran fisik di Ruang Teater Gedung General Library & ICT Center UIN Walisongo Semarang serta akses daring melalui platform virtual.
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara, yang memperkaya wawasan dan perspektif peserta. Acara ini juga dihadiri oleh pembicara utama yang memberikan pandangan strategis tentang bagaimana pendidikan Islam harus merespons disrupsi teknologi di era saat ini.
Peran AI dalam Pendidikan dan Etika Digital
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menyampaikan bahwa AI adalah alat yang revolusioner, namun efektivitas dan dampaknya sepenuhnya bergantung pada nilai moral penggunanya. Ia menekankan bahwa meskipun AI membawa kemudahan luar biasa bagi dunia akademik, ia tidak memiliki spiritualitas dan kompas moral. Di sinilah peran krusial pendidikan Islam, yaitu menanamkan digital ethics (etika digital) berbasis nilai-nilai profetik, sehingga generasi muda kita tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dan berkarakter mulia.
Transformasi Kurikulum untuk Menghadapi Tantangan Zaman
Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., menegaskan pentingnya transformasi kurikulum pendidikan untuk merespons tantangan zaman tanpa kehilangan akar orisinalitas keilmuan Islam. Menurutnya, FTIK UIN Walisongo berkomitmen penuh untuk melahirkan pendidik masa depan yang adaptif. Melalui seminar ini, mereka merumuskan strategi pembelajaran di mana AI diletakkan sebagai mitra akselerasi kognitif, sementara pembentukan akhlak tetap menjadi pilar utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin algoritma mana pun.
Pembicara Tamu dari Berbagai Negara
Untuk mengupas tuntas tema tersebut dari berbagai perspektif, seminar ini menghadirkan jajaran pembicara tamu (Invited Speakers) dari berbagai negara:
- Assoc. Prof. Dr. Anis Malik Thoha, Lc., M.A., Ph.D. – Pakar dari UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali), Brunei Darussalam
- Dr. Mowafg Abrahem Masuwd, M.A. – Akademisi dari University of Zawiya, Libya
- Dr. Ruswan, M.A. – Dosen UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Para pembicara memaparkan materi yang interaktif, membuka ruang diskusi hangat mengenai regulasi etis pemanfaatan AI, tantangan orisinalitas karya akademik, hingga peluang integrasi nilai Islam dalam ekosistem digital dunia modern.
Manfaat dan Peluang Jaringan Global
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, para peserta tidak hanya mendapatkan perluasan wawasan mendalam dan materi seminar, tetapi juga kesempatan berjejaring dalam komunitas akademik global demi masa depan pendidikan Islam yang berkemajuan di era digital. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan dan menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan teknologi yang semakin kompleks.
Posting Komentar