Tingkatkan Efisiensi TCO, Blue Bird Siap Perbarui Ribuan Armada pada 2026

Table of Contents


JAKARTA — Perusahaan raksasa mobilitas terintegrasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD), sedang mempersiapkan program peremajaan armada dalam skala besar pada tahun ini. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran total biaya kepemilikan aset (Total Cost of Ownership/TCO) sekaligus menjaga keandalan layanan di jaringan operasional nasional.

Saat ini, jaringan bisnis Blue Bird didukung oleh infrastruktur yang luas di 22 kota besar Indonesia. Perusahaan memiliki 58 jaringan pool aktif, lebih dari 1.300 outlet penjualan, serta total armada operasional gabungan yang melebihi angka 26.000 unit kendaraan.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menekankan bahwa kekuatan fundamental Blue Bird tidak hanya berasal dari aplikasi digital yang canggih, tetapi juga dari jumlah armada fisik yang siap melayani masyarakat di jalan raya.

"Kami menjaga relevansi bisnis dengan fokus pada keamanan, kenyamanan, stabilisasi, kemudahan akses, dan keandalan. Kekuatan utama kami ada di jumlah unit yang bisa melayani masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan aspek operasional tahun ini akan diperkuat," ujar Adrianto.

Manajemen perusahaan memproyeksikan draf volume belanja modal (Capex) untuk pembelian unit baru tahun ini tetap berada dalam koridor rencana ekspansi yang agresif. Dalam perbandingan, pada tahun lalu perusahaan telah merealisasikan pembelian dan peremajaan kendaraan berkisar antara 4.000 hingga 7.000 unit armada.

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono, menjelaskan bahwa peremajaan unit lama yang sudah habis masa pakainya (useful life) tidak boleh ditunda demi menjaga produktivitas perusahaan di tengah persaingan industri transportasi makro.

"Intinya, alokasi Capex harus mampu meremajakan lebih banyak kendaraan dibandingkan pencapaian tahun lalu. Kendaraan baru memiliki karakteristik mesin yang jauh lebih efisien, sehingga biaya perawatan jangka panjang bisa ditekan secara optimal," jelas Sigit.

Strategi Peremajaan Armada

Berikut adalah beberapa strategi utama yang digunakan oleh Blue Bird dalam melakukan peremajaan armada:

  • Peningkatan Efisiensi Operasional
    Dengan mengganti kendaraan lama yang sudah tidak optimal, perusahaan dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kendaraan baru umumnya dilengkapi teknologi yang lebih canggih dan hemat bahan bakar.

  • Peningkatan Kualitas Layanan
    Armada yang lebih baru membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Hal ini sangat penting dalam menjaga reputasi perusahaan dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

  • Mempertahankan Keandalan Jaringan
    Dengan jumlah armada yang cukup besar, Blue Bird mampu memberikan layanan yang konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Peremajaan armada membantu menjaga stabilitas operasional dan menghindari gangguan yang bisa mengganggu pelayanan.

  • Mendukung Ekspansi Bisnis
    Dengan adanya armada yang lebih baru dan efisien, Blue Bird dapat lebih mudah memperluas jaringan bisnisnya ke daerah-daerah baru tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Proses Peremajaan Armada

Proses peremajaan armada melibatkan beberapa tahapan penting, seperti:

  • Evaluasi Armada Lama
    Setiap kendaraan yang akan diremajakan diperiksa secara menyeluruh untuk menentukan apakah masih layak digunakan atau perlu diganti.

  • Pemilihan Kendaraan Baru
    Perusahaan memilih kendaraan baru yang sesuai dengan kebutuhan operasional, termasuk spesifikasi teknis, harga, dan keandalan.

  • Pembelian dan Pemasangan
    Setelah kendaraan baru dipilih, proses pembelian dilakukan dan kendaraan tersebut segera dipasang di jaringan operasional.

  • Pelatihan dan Pengujian
    Petugas yang bertanggung jawab atas kendaraan baru diberikan pelatihan agar dapat mengoperasikan dan merawat kendaraan tersebut dengan baik.

Dengan langkah-langkah ini, Blue Bird berharap dapat menjaga posisi sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar di Indonesia dan tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.

Posting Komentar